JELAJAH

Upaya nyata generasi muda mencintai Seni Ratusan Pelajar Jakut Ramaikan Pentas Hasil Pelatihan Seni

SuaraRepublik
12/09/2025, 22.04 WIB Last Updated 2025-12-09T15:05:06Z


Suararepublik.id 

Jakarta - Suku Dinas Kebudayaan Kota Administrasi Jakarta Utara menyelenggarakan pentas hasil pelatihan seni bagi para pelaku seni di Gedung Aki Tirem, Pusat Pelatihan Seni Budaya (PPSB) Jakarta Utara, Selasa (9/12). Kegiatan ini diikuti lebih dari 700 pelajar jenjang SD, SMP, hingga SMA sederajat.


Pelaksana Tugas (Plt) Wakil Walikota Kota Administrasi Jakarta Utara, Fredy Setiawan menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Sudin Kebudayaan yang telah menggagas penyelenggaraan pentas seni di sekolah. Menurutnya, program tersebut bukan sekadar pelatihan, tetapi upaya nyata menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap seni dan budaya.


“Di tengah pesatnya arus budaya asing, pelatihan seperti ini menjadi benteng penting agar budaya kita tidak tergerus zaman. Seni dan budaya adalah identitas. Jika identitas hilang, maka karakter bangsa pun ikut hilang,” ujar Fredy.


Ia menambahkan, pelatihan seni tumbuh dari kecintaan peserta didik terhadap seni tradisi, serta rasa bangga merawat budaya leluhur. Selain itu, seni di sekolah juga berperan sebagai ruang pembentukan karakter seperti disiplin, kreativitas, percaya diri, kerja sama, dan menghargai keberagaman.


Fredy juga berterima kasih kepada guru, pelatih, dan pendamping yang telah berdedikasi membimbing peserta didik. Ia berharap kegiatan serupa terus dikembangkan untuk memperkokoh karakter generasi muda Jakarta Utara. “Dengan pendampingan yang baik, saya yakin prestasi mereka dapat berkembang hingga tingkat nasional bahkan internasional,” tambahnya.


Sementara itu, Kepala Suku Dinas Kebudayaan Kota Administrasi Jakarta Utara, Wawan Setiawan menyampaikan, kegiatan ini merupakan ajang pelestarian kesenian, edukasi budaya, serta sarana menumbuhkan keberanian dan semangat berkesenian di kalangan pelajar.


“Kami ingin menumbuhkan rasa semangat dan kecintaan generasi muda terhadap kesenian Indonesia melalui kegiatan ini,” jelas Wawan.


Pada pagelaran tersebut ditampilkan berbagai pertunjukan seni, di antaranya tari tradisional dan modern, teater musikalisasi puisi, serta vokal grup. Setiap sekolah mengirimkan 10 peserta untuk mempresentasikan hasil pelatihan yang telah dijalani.


“Melalui pagelaran ini, diharapkan seni dan budaya semakin melekat dalam kehidupan masyarakat, menjadi kebanggaan, serta memperkuat persatuan dalam keberagaman budaya di Jakarta Utara,” pungkasnya.

Komentar

Tampilkan