JELAJAH

Dikira Gunakan Bahan Berbahaya Pedagang Es Jadul diamankan .

SuaraRepublik
1/27/2026, 21.47 WIB Last Updated 2026-01-27T14:47:15Z

 



Suararepublik.id

Jakarta – Sebuah Video yang viral di media sosial memperlihatkan aparat kepolisian bersama unsur TNI menginterogasi seorang penjual es kue jadul di kawasan Utan Panjang, Kemayoran, Jakarta Pusat. Dalam video tersebut, terdengar percakapan aparat yang menyebut jajanan itu diduga tidak lagi berbahan agar-agar atau puding, melainkan menyerupai spon.


“Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Saya bersama Pak Babinsa dan Lurah Utan Panjang. Ini kita dapat penjual es kue jadul yang dulu pernah kita makan,” ujar salah satu aparat dalam video tersebut.


Masih dalam rekaman yang sama, aparat terdengar mengingatkan para orang tua agar lebih waspada.

“Sekarang harap hati-hati bagi orang tua ya, karena ini sudah dari kayasa. Bukan bahan kue atau puding, melainkan bahan sp0_*n,” ucapnya.


Dalam video itu, aparat kemudian memperagakan dengan membakar potongan es kue menggunakan korek api gas.

“Nah ini bisa kita lihat, kalau dibakar dia meleleh,” katanya, sembari menunjukkan potongan es tersebut.

“Ayo coba diperas, Pak. Nah ini spo_*n, ini spo_*n,” lanjutnya.


Penjual es kue terlihat hanya diam dan tidak banyak berbicara saat proses pemeriksaan berlangsung. Di akhir video, kembali terdengar imbauan:


“Harap hati-hati semuanya ya, khususnya orang tua. Jangan sampai anak-anak kecil jadi k0_*rban.”


Viralnya video tersebut langsung memicu keresahan di tengah masyarakat. Menindaklanjuti laporan yang masuk melalui Call Center 110 pada Sabtu, 24 Januari 2026, Polres Metro Jakarta Pusat bergerak cepat melakukan pengecekan di lapangan.


Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra, menjelaskan bahwa tim piket Reskrim Polsek Kemayoran segera mendatangi lokasi untuk memastikan kebenaran informasi yang beredar.


“Begitu informasi diterima, kami langsung melakukan pengecekan ke lokasi. Barang dagangan pedagang kami amankan untuk diuji lebih lanjut, karena keselamatan masyarakat adalah prioritas,” jelas Roby.


Hasil pemeriksaan awal oleh Tim Keamanan Pangan (Security Food) Dokkes Polda Metro Jaya memastikan seluruh sampel es kue, es gabus, agar-agar, dan coklat meses dalam kondisi aman dan layak dikonsumsi.


“Tim Dokkes telah melakukan pemeriksaan menyeluruh, dan tidak ditemukan kandungan zat berbahaya,” tegasnya.


Untuk memastikan hasil yang lebih pasti dan ilmiah, sampel juga dikirim ke Dinas Kesehatan dan Laboratorium Forensik (Labfor) Polri. Selain itu, tim penyidik dari unit Kriminal Khusus turut menelusuri lokasi pembuatan es di Depok, Jawa Barat.


“Hasil penelusuran konsisten. Tidak ada penggunaan bahan berbahaya maupun material P0_*lyurethane Fo4_*m seperti yang ramai disebut di media sosial,” kata Roby.


Setelah seluruh rangkaian pemeriksaan dinyatakan aman, pedagang bernama Suderajat dipulangkan ke rumahnya di Depok. Kepolisian juga memberikan penggantian atas barang dagangan yang sempat diamankan.


“Kami ingin masyarakat terlindungi, tetapi juga memastikan tidak ada pihak yang dirugikan,” pungkas Roby.


Peristiwa ini menjadi pengingat penting agar masyarakat tidak terburu-buru menyimpulkan informasi dari potongan video, serta tetap mengedepankan verifikasi dan asas praduga tak bersalah.

Komentar

Tampilkan