Suararepublik.id
TANGERANG – Unit Reskrim Polsek Pinang Polres Metro Tangerang Kota membuktikan ketegasannya dengan meringkus sejumlah terduga pelaku kekerasan dan pengeroyokan terhadap warga Kunciran Jaya, Senin (26/1/2026).
Para pelaku yang sebelumnya sempat viral karena menantang aparat kepolisian dan pihak kecamatan ini diamankan tanpa perlawanan.
Penangkapan yang terjadi sekitar pukul 13.00 WIB tersebut menyasar sekitar 3 hingga 4 orang terduga pelaku. Menggunakan kendaraan roda empat berwarna hitam, para pelaku langsung digiring ke Mapolsek Pinang untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut terkait dugaan pengeroyokan terhadap Dina Mardianah (45) dan rekan-rekannya.
Kuasa hukum korban, Erdi Surbakti, mengapresiasi langkah cepat kepolisian. Namun, ia menekankan agar proses hukum tidak berhenti pada penangkapan saja.
"Tindakan para pelaku adalah perbuatan keji. Mereka melakukan aksi premanisme terhadap ibu rumah tangga tanpa menunjukkan surat kuasa yang sah. Kami meminta para pelaku ditahan sesuai ketentuan hukum yang berlaku," tegas Erdi dalam keterangan tertulisnya.
Erdi juga menyoroti adanya dugaan keterlibatan "mafia tanah" yang selama ini membuat para pelaku merasa kebal hukum hingga berani menantang Pemerintah Daerah dan Kepolisian secara terbuka di media sosial.
Kasus ini berawal dari konflik lahan pada Kamis (15/1), saat korban berusaha mempertahankan hak atas tanahnya yang diklaim belum dibayar oleh pihak pengembang Alam Sutera. Saat itu, korban diduga dikeroyok oleh sejumlah oknum di lokasi pembangunan perumahan Sutera Rasuna.
Pihak kuasa hukum mendesak kepolisian untuk:
-Menyita barang bukti berupa alat berat ekskavator dan surat kuasa dari PT Alam Sutera yang digunakan pelaku di lapangan.
-Meminta warkah SHGB pengembang dibuka untuk dibandingkan dengan status tanah waris warga yang sudah ditempati lebih dari 80 tahun.
- Diduga ada tokoh masyarakat setempat yang mendalangi aksi ini.
Di sisi lain, pihak manajemen pengembang memberikan klarifikasi. Direktur Emil Syarief menyatakan bahwa informasi yang mengaitkan PT Alam Sutera dengan tindakan kekerasan tersebut tidak mencerminkan fakta yang sebenarnya. Pihaknya sangat menyesalkan adanya pemberitaan yang menyudutkan nama perusahaan dalam insiden tersebut.
Saat ini, situasi di lokasi dilaporkan kondusif, sementara pihak kepolisian masih mendalami jumlah pasti pelaku yang terlibat serta peran masing-masing dalam aksi kekerasan tersebut.


