JELAJAH

Bang Foke: pelestarian nilai-nilai adat dan budaya Betawi di tengah masyarakat Jakarta

SuaraRepublik
2/16/2026, 11.54 WIB Last Updated 2026-02-16T04:54:42Z

 


Suararepublik.id

Jakarta — Majelis Kaum Betawi (MKB) menggelar Silaturahmi Akbar Kaum Betawi, Minggu (15/2), sebagai upaya memperkuat persatuan, kebersamaan, serta pelestarian nilai-nilai adat dan budaya Betawi di tengah masyarakat Jakarta.


Kegiatan ini berlangsung di Museum MH Thamrin, Jalan Kenari I Nomor 15, Senen, Jakarta Pusat, dan dihadiri tokoh adat, ulama, tokoh masyarakat, serta warga Betawi dari berbagai wilayah.


Silaturahmi akbar tersebut menjadi momentum strategis untuk meneguhkan komitmen bersama dalam menjaga warisan budaya Betawi sebagai bagian penting dari identitas Jakarta.


Ketua Bamus Betawi 1982, H. Zainuddin atau akrab disapa H. Oding, menjelaskan sejarah singkat terbentuknya Majelis Kaum Betawi. Ia menegaskan bahwa MKB lahir dari kesepakatan besar seluruh elemen masyarakat Betawi untuk bersatu dalam satu wadah adat yang kuat dan representatif.


Menurut H. Oding, gagasan pembentukan MKB mulai dirintis sejak 2022 melalui serangkaian pertemuan tokoh Betawi lintas organisasi, ulama, dan cendekiawan.


Kesadaran bersama saat itu mengerucut pada kebutuhan akan satu lembaga adat tunggal yang mampu menjaga marwah, harkat, dan martabat Betawi di Tanah Jakarta.


“Berangkat dari berbagai persoalan kebetawian, kami sepakat bahwa Betawi harus maju dan lebih agresif menjemput masa depannya di DKI Jakarta. Kuncinya adalah persatuan dalam satu wadah adat,” ujar H. Oding.


Kesepakatan tersebut diformalkan pada 22 Desember 2022 melalui penandatanganan deklarasi di Balai Kota Jakarta.


Sebagai tindak lanjut, Pra-Kongres Kaum Betawi digelar pada 9 Juni 2023, sebelum akhirnya Kongres Kaum Betawi pada 10 Juni 2023 di Ancol secara bulat menetapkan Majelis Kaum Betawi sebagai satu-satunya lembaga adat resmi masyarakat Betawi.

Komentar

Tampilkan