JELAJAH

Tembok 5 Meter di Samping SMPN 182 Jaksel Roboh, BPBD: Tanah Labil Jadi Penyebab

SuaraRepublik
2/16/2026, 16.58 WIB Last Updated 2026-02-16T09:58:33Z

Suararepublik.id


Jakarta – Tembok setinggi 5,3 meter yang berada di samping area SMPN 182 Jakarta Selatan roboh pada Minggu (15/2/2026) siang. Insiden tersebut diduga dipicu kondisi tanah yang labil di lokasi kejadian.


Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta Isnawa Adji menjelaskan, struktur tanah di sekitar tembok merupakan tanah urukan yang tidak stabil.


“Karena struktur tanahnya labil atau tanah urukan, sehingga menyebabkan tembok roboh,” ujar Isnawa dalam keterangannya di Jakarta, Senin (16/2/2026).


Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 11.22 WIB di Jalan Kalibata Timur 1 Raya, RT 02/RW 08, Kelurahan Kalibata, Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan. Tembok sepanjang 65 meter tersebut tiba-tiba ambruk ke arah lingkungan sekolah.


“Kronologisnya, tembok milik warga dengan panjang 65 meter dan tinggi 5,3 meter tiba-tiba roboh ke arah sekolah SMPN 182,” jelasnya.


Akibat kejadian itu, saluran air di sekitar lokasi sempat tersumbat material reruntuhan. Meski demikian, BPBD memastikan tidak ada korban jiwa maupun korban luka karena peristiwa terjadi saat hari libur sekolah.


“Kondisi lokasi kejadian reruntuhan saat ini dalam penanganan Dinas SDA,” tutur Isnawa.


Kerugian materiil hingga kini masih dalam proses pendataan oleh pihak terkait.


Pihak SMPN 182 juga menegaskan bahwa tembok yang roboh bukan bagian dari bangunan sekolah, melainkan milik warga yang rumahnya berbatasan langsung dengan area sekolah.


“Kerusakan yang terjadi bukan disebabkan oleh kegagalan konstruksi bangunan sekolah, melainkan akibat robohnya tembok rumah warga yang berada tepat di sebelah area sekolah,” tulis pihak sekolah melalui akun Instagram resminya.


Tembok tersebut dilaporkan menimpa sebagian infrastruktur sekolah. Namun karena tidak ada aktivitas belajar mengajar saat kejadian, tidak terdapat korban.


Sementara itu, Kapolsek Pancoran Kompol Mansur mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk memastikan ada tidaknya unsur kelalaian dalam insiden tersebut.


“Sementara masih dalam penyelidikan,” kata Mansur, Minggu.


Ia menambahkan, sebelum roboh, pagar tersebut diketahui sudah dalam kondisi miring dan sempat mendapat peringatan dari lingkungan sekitar.


“Diketahui memang awalnya pagar tersebut sudah miring,” ungkap Mansur.


Rekaman detik-detik tembok ambruk itu juga sempat viral di media sosial melalui akun @jakartaselatan24jam yang mengunggah cuplikan CCTV saat kejadian berlangsung.

Komentar

Tampilkan