JELAJAH

Hilman Suryawijaya Dorong 100% Produk Dalam Negeri, Produksi Life Jacket Gandeng Anak Panti

SuaraRepublik
3/13/2026, 01.23 WIB Last Updated 2026-03-12T18:23:53Z

 

Suararepublik.id

Jakarta – Upaya mendorong kemandirian industri nasional terus dilakukan berbagai pihak guna mengurangi ketergantungan terhadap produk impor. Salah satunya melalui sosialisasi penggunaan produk dalam negeri yang digagas dalam kegiatan buka puasa bersama Komenwa Indonesia, Pramarin, dan Insan Pers.


CEO PT Pancurah Cahaya Wahyu yang juga Ketua Panitia kegiatan acara tersebut, Hilman Suryawijaya, menegaskan pentingnya meningkatkan penggunaan produk lokal agar tidak terus didominasi oleh barang dari luar negeri, khususnya dari China.


“Di Indonesia kan masih menggunakan produk 80%–70% produk luar negeri. Jadi kita sosialisasikan untuk penggunaan produk dalam negeri, kalau perlu 100%,” ujarnya kepada wartawan usai acara di Hotel Horison Arcadia Jakarta, Kamis (12/3/2026).

Menurut Hilman, menjaga pasar dalam negeri menjadi hal penting agar tidak mengalami kerusakan akibat banjirnya produk impor yang terus masuk.


Selain fokus pada penguatan industri, program yang dijalankan juga memiliki misi sosial. Dalam proses produksinya, pihaknya menggandeng anak-anak panti asuhan untuk terlibat dalam kegiatan produksi terpadu, khususnya dalam pembuatan life jacket.


Anak-anak panti asuhan tersebut mendapatkan pelatihan serta pembinaan secara rutin setiap akhir pekan untuk membantu beberapa tahapan produksi.


“Kita melibatkan orang-orang panti supaya hari Sabtu-Minggu itu orang panti itu dibina... nanti mereka itu digaji. Nanti lebaran itu mereka bisa beli baju lebaran,” jelasnya.


Meski melibatkan tenaga binaan, Hilman memastikan kualitas dan keamanan produk tetap menjadi prioritas. Life jacket yang diproduksi disebut telah melalui pengujian di Balai Teknologi Keselamatan Pelayaran (BTKP).


Produk tersebut memiliki sejumlah keunggulan, di antaranya mampu bertahan mengapung selama dua hingga tiga hari tanpa tenggelam. Selain itu juga tersedia varian premium yang memiliki fitur tahan api.


Saat ini, distribusi produk life jacket tersebut mulai menjangkau berbagai wilayah di Indonesia, termasuk pesanan dari kapal-kapal yang beroperasi di Batam.


Melihat potensi pasar yang besar, Hilman juga mengungkapkan rencana pembangunan pabrik untuk meningkatkan kapasitas produksi. Pabrik tersebut direncanakan akan dibangun di wilayah Bandung.


“Bikin pabrik, kita bikin pabrik tapi melibatkan hari Sabtu-Minggu itu kita mendidik anak-anak panti asuhan,” ungkapnya.


Langkah tersebut diharapkan dapat menjadi contoh bahwa pengembangan industri dalam negeri tidak hanya berorientasi pada bisnis, tetapi juga mampu memberikan manfaat sosial bagi masyarakat.

(Ris)
Komentar

Tampilkan