Suararepublik.id
Yogyakarta – Seorang perempuan bernama Maya Agustini mendatangi keluarga mantan suaminya, WWI, di sebuah rest area KM 379A, Yogyakarta. Kedatangannya bukan untuk bersilaturahmi, melainkan menuntut kejelasan terkait janji pembayaran premi asuransi kesehatan dan BPJS yang tercantum dalam Akta 13 pasca perceraian mereka.
Maya yang kini tengah berjuang melawan gagal ginjal stadium 5 mengaku sangat membutuhkan jaminan tersebut. Kondisinya disebut telah menyebar ke paru-paru dan organ lain. Ia bahkan baru saja keluar dari rumah sakit, dengan bekas infus masih terlihat di tangannya.
“Saya datang ke sini karena ingin kepastian. WWI dulu berjanji akan membayarkan premi asuransi kesehatan saya seumur hidup, termasuk BPJS, serta memberikan nafkah Rp30 juta per bulan selama saya belum menikah lagi. Tapi sampai sekarang saya yang harus bayar preminya sendiri,” ujar Maya dalam keterangannya, Selasa (21/4/2026).
Sebelumnya, Maya sempat mencoba meminta surat kuasa terbaru kepada pengacara mantan suaminya, Wisnu. Namun karena surat tersebut tak kunjung diterbitkan, ia memutuskan datang langsung untuk mencari kejelasan.
Upayanya tidak membuahkan hasil. Keluarga mantan suaminya menolak terlibat dalam persoalan tersebut dan menyebut hal itu sebagai urusan pribadi antara Maya dan WWI.
“Keluarganya bilang, ini urusan Maya dan anaknya. Kalau saya menginginkan itu, ya harus mengejar sendiri. Orang tuanya juga menyampaikan bahwa Wisnu berpesan agar jangan pernah menghubungkan saya lagi dengan dirinya,” kata Maya.
Menurutnya, ayah dari mantan suaminya juga menegaskan bahwa persoalan tersebut seharusnya diselesaikan melalui jalur hukum.
“Bapaknya bilang, kalau mau tahu kebenarannya, silakan gugat di pengadilan,” lanjutnya.
Maya mengaku kecewa dengan sikap tersebut. Ia menilai keluarga mantan suaminya menutup akses komunikasi, sehingga masalah yang dihadapinya semakin berlarut-larut.
“Padahal saya pernah diingatkan, bapak tidak mau punya anak yang berbohong. Tapi selama 25 tahun bersama, justru saya diminta membohongi orang tuanya,” ungkapnya.
Ia juga menyebut, berdasarkan informasi yang diketahuinya, mantan suaminya terakhir memiliki dana sekitar 2 juta dolar AS yang disimpan di Chicago.
“Saya datang dalam kondisi sakit, hanya ingin kejelasan. Semoga keluarga mantan suami punya hati dan empati,” tutur Maya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak keluarga WWI belum memberikan keterangan resmi terkait persoalan tersebut.


