JELAJAH

Kapolri Kunjungi Kejagung Usai Bertemu Panglima TNI, Perkuat Sinergi Antarpenegak Hukum

SuaraRepublik
7/13/2026, 20.53 WIB Last Updated 2026-07-13T13:53:44Z

Suararepublik.id

Jakarta – Setelah bersilaturahmi dengan jajaran TNI di Mabes TNI, Cilangkap, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melanjutkan agenda kunjungan ke Kejaksaan Agung (Kejagung), Senin (13/7/2026). Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya mempererat sinergi antarlembaga penegak hukum dalam mendukung stabilitas nasional dan pelaksanaan program pemerintah.


Kapolri bersama para pejabat utama Mabes Polri tiba di Gedung Utama Kejaksaan Agung, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, sekitar pukul 15.17 WIB. Kedatangan rombongan disambut langsung oleh Jaksa Agung ST Burhanuddin sebelum keduanya memasuki Gedung Utama Kejagung untuk menggelar pertemuan tertutup.


Dalam pertemuan tersebut, Jaksa Agung didampingi para Jaksa Agung Muda (JAM), sementara Kapolri hadir bersama Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo serta sejumlah pejabat utama Mabes Polri. Hingga berita ini ditulis, pertemuan yang berlangsung di Aula Lantai 11 Gedung Utama Kejaksaan Agung masih berlangsung.


Sebelumnya, Jenderal Listyo Sigit lebih dulu melakukan kunjungan ke Mabes TNI dan bertemu Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto beserta para kepala staf angkatan. Menurut Kapolri, agenda silaturahmi tersebut merupakan tindak lanjut atas arahan Presiden Prabowo Subianto agar soliditas TNI dan Polri terus diperkuat sebagai pilar utama penjaga kedaulatan negara.


"Tentunya menyambung apa yang diperintahkan oleh Bapak Presiden, bahwa TNI-Polri sebagai pilar utama penjaga kedaulatan bangsa. Yang tentunya, kita memiliki kewajiban untuk terus terjaga agar TNI-Polri tetap solid," kata Jenderal Listyo Sigit.


Kapolri menegaskan, kekompakan TNI dan Polri menjadi faktor penting dalam mengawal berbagai kebijakan strategis pemerintah agar dapat berjalan secara optimal.


"Karena ini adalah kunci utama agar negara kita, sebagaimana apa yang diharapkan oleh Bapak Presiden, terus bisa menjalankan program-program kebijakan dari Bapak Presiden. Dan itu semuanya bisa berjalan kalau TNI dan Polri solid," ujarnya.


Sigit juga mengingatkan adanya pihak-pihak yang berupaya memecah hubungan antara TNI dan Polri. Karena itu, ia menilai komunikasi yang intensif antarpimpinan dan pejabat kedua institusi harus terus dijaga.


"Karena banyak yang memiliki kepentingan untuk memecah belah TNI dan Polri. Jadi di kesempatan ini, tentunya kami bersama para pejabat utama dalam hal ini akan terus meningkatkan sinergitas, soliditas dengan TNI," tuturnya.


Ia menambahkan, Polri membuka ruang komunikasi seluas-luasnya dengan jajaran TNI untuk mengantisipasi potensi gesekan maupun upaya adu domba yang dapat mengganggu hubungan kedua institusi.


"Dan tentunya terkait dengan hal-hal yang mungkin harus dibicarakan, harus dikomunikasikan karena ada hal-hal yang mungkin berusaha untuk memecah belah TNI-Polri, silakan untuk bisa langsung berkomunikasi dengan seluruh pejabat utama yang ada. Kami terbuka untuk itu," tutup Jenderal Listyo Sigit.


(Ris)


Komentar

Tampilkan