JELAJAH

Pelatihan Diversifikasi Pangan Digelar di 6 Pulau Kepulauan Seribu, Dorong UMKM Lokal

SuaraRepublik
7/10/2026, 18.26 WIB Last Updated 2026-07-10T11:26:43Z

Suararepublik.id

Kepulauan Seribu – Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (Sudin KPKP) Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu menggelar pelatihan Diversifikasi Olahan Hasil Pertanian selama 3 hari, 7 - 9 Juli 2026.


Kegiatan ini menyasar warga di enam pulau permukiman dengan tujuan meningkatkan keterampilan mengolah hasil pertanian menjadi produk bernilai tambah dan berdaya saing.


Pelatihan dilaksanakan di Pulau Untung Jawa, Pulau Lancang, Pulau Tidung Besar, Pulau Pramuka, Pulau Harapan, dan Pulau Kelapa.


Peserta mendapatkan materi sekaligus praktik pembuatan berbagai produk, di antaranya: 

- Abon cabai varian original, teri, dan cumi

- Sambal tomat varian original, teri, dan cumi  

- Sirup rempah premium

- Es tomat rempah jeruk nipis


Kepala Seksi Ketahanan Pangan Sudin KPKP Kepulauan Seribu, Helena Simarmata, mengatakan pelatihan ini merupakan upaya pemerintah mendorong peningkatan nilai ekonomi hasil pertanian lokal melalui inovasi.


“Melalui pelatihan ini kami ingin memberikan keterampilan praktis kepada masyarakat agar hasil pertanian yang tersedia di Kepulauan Seribu tidak hanya dijual dalam bentuk segar, tetapi juga dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai tambah, daya simpan lebih lama, dan peluang pasar yang lebih luas,” ujarnya, Jumat (10/07/2026).


Helena menambahkan, diversifikasi produk pangan menjadi langkah strategis dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus membuka peluang usaha baru.


“Kami berharap peserta dapat mengembangkan produk-produk olahan ini secara mandiri, sehingga mampu menambah pendapatan keluarga dan menciptakan usaha ekonomi produktif berbasis potensi lokal di masing-masing pulau,” tambahnya.


Salah satu peserta dari Pulau Pramuka, Siti Aminah, mengaku mendapat banyak ilmu baru.


“Pelatihan ini sangat bermanfaat karena kami diajarkan cara mengolah hasil pertanian menjadi produk yang lebih menarik dan bernilai jual. Ke depannya kami ingin mencoba memproduksi dan memasarkan hasil olahan ini sebagai tambahan penghasilan keluarga,” ungkapnya.


Sudin KPKP berharap dari pelatihan ini lahir inovasi produk olahan berbasis hasil pertanian lokal yang berkualitas, mampu bersaing di pasar, dan menjadi penggerak peningkatan kesejahteraan masyarakat Kepulauan Seribu.


(Red)

Komentar

Tampilkan