JELAJAH

Tri Adhianto Buka Job Fair Kota Bekasi 2026, Hadirkan 3.500 Lowongan untuk Pencari Kerja

SuaraRepublik
7/08/2026, 12.35 WIB Last Updated 2026-07-08T05:35:28Z

Suararepublik.id

Kota Bekasi — Pemerintah Kota Bekasi kembali membuka peluang kerja bagi masyarakat melalui penyelenggaraan Job Fair Kota Bekasi 2026 yang digelar Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Bekasi di Mega Bekasi. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari tersebut diikuti 50 perusahaan dari berbagai sektor dengan menyediakan sekitar 3.500 lowongan pekerjaan.


Tingginya minat masyarakat terlihat dari jumlah pendaftar yang mencapai sekitar 7.000 orang sebelum pelaksanaan kegiatan. Seluruh proses pendaftaran dilakukan secara daring sehingga pelaksanaan bursa kerja berlangsung lebih tertib dan efisien.


Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, mengatakan sistem digital yang diterapkan pada Job Fair tahun ini membawa perubahan positif dibandingkan pelaksanaan sebelumnya. Menurutnya, para pencari kerja kini tidak lagi harus membawa berkas lamaran dalam bentuk cetak karena seluruh dokumen telah diunggah melalui sistem online.


"Pelaksanaan Job Fair tahun ini lebih rapi. Para pencari kerja tidak lagi membawa berkas CV dalam bentuk hardcopy, tetapi cukup mendaftar secara online. Di lokasi, perusahaan tinggal menyediakan barcode untuk mengakses seluruh persyaratan dan dokumen pelamar," ujar Tri Adhianto.


Ia menjelaskan, ribuan lowongan yang tersedia berasal dari perusahaan di sektor manufaktur, jasa, hingga layanan, sehingga memberikan lebih banyak pilihan bagi masyarakat sesuai dengan kompetensi yang dimiliki.


Tak hanya itu, Pemerintah Kota Bekasi juga mendorong terciptanya dunia kerja yang inklusif dengan menghadirkan sekitar 300 peluang kerja khusus bagi penyandang disabilitas. Langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam memberikan kesempatan kerja yang setara bagi seluruh warga.


"Kami bersyukur tahun ini sudah tersedia sekitar 300 peluang kerja bagi teman-teman istimewa. Ke depan tentu akan terus kami fasilitasi, termasuk melalui pelatihan agar semakin banyak perusahaan memenuhi ketentuan penyediaan kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas," kata Tri.


Untuk memperluas akses kerja, Pemkot Bekasi bersama DPRD juga tengah mengkaji kemungkinan penambahan penyelenggaraan Job Fair pada akhir tahun. Waktu tersebut dinilai lebih sesuai dengan momentum para lulusan baru SMA maupun SMK yang mulai aktif memasuki dunia kerja.


"Kalau memungkinkan, kami ingin menambah pelaksanaan Job Fair di akhir tahun, sekitar November atau Desember, agar waktunya sesuai dengan kebutuhan para lulusan baru memasuki dunia kerja," ungkapnya.


Selain membuka lapangan kerja, Pemkot Bekasi juga sedang mempersiapkan program pemagangan yang ditargetkan mulai berjalan tahun depan. Program tersebut akan melibatkan perusahaan-perusahaan di Kota Bekasi agar para pencari kerja memperoleh pengalaman sebelum direkrut sebagai karyawan tetap.


"Program pemagangan ini menjadi salah satu upaya agar calon tenaga kerja memiliki pengalaman terlebih dahulu sebelum direkrut secara penuh oleh perusahaan. Setelah magang, harapannya mereka bisa langsung diangkat atau diperpanjang sesuai kebutuhan perusahaan," jelas Tri.


Sementara itu, Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Bekasi menyampaikan bahwa kondisi ketenagakerjaan di Kota Bekasi masih menunjukkan tren yang positif. Meski terdapat sejumlah perusahaan yang melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK), jumlah perusahaan yang mencatatkan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) masih lebih banyak sehingga peluang kerja tetap terbuka bagi masyarakat.


Melalui pelaksanaan Job Fair, program penempatan tenaga kerja, serta rencana pemagangan, Pemerintah Kota Bekasi optimistis angka pengangguran terbuka yang saat ini berada di kisaran 7,33 persen dapat terus ditekan secara bertahap.


(Red)

Komentar

Tampilkan