JELAJAH

El Mencho Tewas dalam Operasi Militer, Jalisco Dilanda Kekerasan dan Blokade Massal

SuaraRepublik
2/23/2026, 20.11 WIB Last Updated 2026-02-23T13:11:42Z

 


Suararepublik.id



Guadalajara – Situasi keamanan di Meksiko memanas setelah pemimpin tertinggi Kartel Jalisco Generasi Baru (CJNG), Nemesio Oseguera Cervantes alias “El Mencho”, dilaporkan tewas dalam operasi militer pada Minggu (22/2/2026). Kabar tersebut langsung memicu rangkaian aksi kekerasan yang meluas di berbagai wilayah, terutama di negara bagian Jalisco.



Sejumlah kota besar berubah mencekam hanya dalam hitungan jam. Kelompok bersenjata yang diduga terkait Cartel Jalisco Nueva Generación melakukan aksi balasan dengan membakar kendaraan dan memblokade jalan-jalan utama.


Narco-Blokade Lumpuhkan Akses Kota


Di ibu kota negara bagian, Guadalajara, puluhan bus dan truk dibajak lalu dibakar untuk menghalangi pergerakan aparat keamanan. Asap hitam membumbung tinggi di sejumlah titik strategis, sementara warga bergegas menutup toko dan pusat perbelanjaan lebih awal.


Layanan transportasi publik dihentikan total setelah beberapa unit kendaraan dibakar massa bersenjata. Aparat menyebut pola serangan ini sebagai “narco-bloqueos”, taktik yang kerap digunakan kartel untuk menciptakan kekacauan sekaligus memperlambat respons militer.



Kondisi ini juga memicu kekhawatiran internasional karena Meksiko akan menjadi salah satu tuan rumah FIFA World Cup 2026. Guadalajara termasuk kota penyelenggara pertandingan, sehingga eskalasi kekerasan menimbulkan pertanyaan besar soal kesiapan keamanan.



Federasi sepak bola setempat mengumumkan penundaan sejumlah laga domestik sebagai langkah antisipatif. Sementara itu, otoritas sepak bola dunia dikabarkan terus berkoordinasi dengan pemerintah Meksiko untuk memantau situasi di lapangan.


Pemerintah Tegaskan Tak Akan Gentar


Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum, dalam pidato daruratnya menyampaikan bahwa pemerintah tidak akan mundur menghadapi ancaman kelompok kriminal.



“Kami memahami kekhawatiran masyarakat atas situasi ini. Namun, tindakan terhadap pimpinan organisasi kriminal merupakan langkah penting demi terciptanya stabilitas dan perdamaian jangka panjang,” ujar Sheinbaum.



Ia menambahkan bahwa negara tidak akan membiarkan intimidasi mengganggu supremasi hukum. “Pemerintah akan bertindak tegas dan memastikan keamanan warga tetap menjadi prioritas utama,” tegasnya.



Hingga kini, ribuan personel Garda Nasional telah dikerahkan untuk mengamankan titik-titik rawan, membersihkan blokade jalan, serta mencegah potensi penjarahan di tengah situasi yang masih fluktuatif.




Komentar

Tampilkan