JELAJAH

Kemenag Jakarta Utara Isi Ramadan dengan Tadarus, Tausiyah, hingga Berbagi Takjil Gratis

SuaraRepublik
2/25/2026, 19.19 WIB Last Updated 2026-02-25T12:19:59Z

 

Suararepublik.id


Jakarta – Memasuki hari ketujuh bulan suci Ramadan 1447 H, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Jakarta Utara semakin intensif melaksanakan berbagai kegiatan amaliah Ramadan. Selain menyesuaikan jam kerja pegawai, instansi ini juga fokus pada penguatan spiritualitas dan kepedulian sosial bagi masyarakat sekitar.



​Kepala Kantor Kemenag Jakarta Utara, KH. Mawardi Abdul Gani menyampaikan bahwa penyesuaian jam kerja dilakukan agar para pegawai dapat menjalankan ibadah puasa dengan lebih maksimal tanpa mengurangi kualitas pelayanan. Saat ini, jam kerja dimulai pukul 08.00 WIB dan berakhir pada pukul 15.00 WIB.

Penguatan Spiritual Melalui Tausiyah


​Salah satu program rutin yang dilaksanakan adalah salat zuhur berjamaah yang dilanjutkan dengan sesi tausiyah. Kegiatan ini melibatkan para penyuluh dan kepala seksi secara bergantian untuk memberikan motivasi kepada para karyawan.


​"Para penyuluh dan para kepala seksi secara bergantian memberikan bimbingan dan motivasi agar kegiatan puasa kita ini bisa lebih baik dari tahun sebelumnya," ujar KH. Mawardi Abdul Gani kepada Suararepublik.id, Rabu (25/2/2026).



​Tidak hanya fokus pada kegiatan internal, Kemenag Jakarta Utara juga menunjukkan kepedulian sosial dengan membagikan paket takjil gratis setiap sore di depan pintu gerbang kantor. Jumlah paket yang dibagikan terus meningkat seiring bertambahnya donatur.



​"Hari ini sudah meningkat menjadi 60 paket yang kita bagikan. Ini dalam rangka berbagi kepada masyarakat, khususnya yang kurang mampu dan para pengendara yang melintas," jelasnya.



​Ia menambahkan bahwa kegiatan ini didasari oleh semangat mengejar pahala sedekah di bulan Ramadan, merujuk pada hadis mengenai salah satu golongan yang dirindukan surga adalah mereka yang memberi makan orang yang lapar.


Mengejar Keutamaan 10 Hari Pertama


​Mengingat saat ini masih berada dalam fase 10 hari pertama Ramadan yang dikenal sebagai fase Rahmah (kasih sayang Allah), Kemenag Jakut mengajak seluruh jajarannya dan masyarakat untuk fokus menggapai ampunan Allah SWT.



​"Target dari puasa ini sesungguhnya adalah mencapai ampunan. Barang siapa yang berpuasa dengan iman dan ikhlas karena Allah, maka Allah akan mengampuni dosa-dosa yang telah lalu," pungkasnya.



​Dengan semangat kebersamaan ini, diharapkan ibadah Ramadan tahun ini tidak hanya menjadi rutinitas, tetapi juga menjadi sarana transformasi diri menuju pribadi yang lebih bertakwa dan peduli terhadap sesama.

(Rp)
Komentar

Tampilkan