JELAJAH

Kesepakatan Prabowo – Trump Resmi Diteken, RI Akan Transfer Data ke AS

SuaraRepublik
2/22/2026, 13.07 WIB Last Updated 2026-02-22T06:08:07Z


 


Suararepublik.id

Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyampaikan bahwa Indonesia akan mendorong mekanisme transfer data konsumen domestik ke Amerika Serikat sebagai bagian dari kesepakatan tarif resiprokal atau Agreement on Reciprocal Trade (ART). Perjanjian tersebut diteken Presiden Prabowo Subianto bersama Presiden Donald Trump.


Dalam konferensi pers yang disiarkan melalui kanal Sekretariat Presiden dan dikutip Minggu (22/2/2026), Airlangga menegaskan bahwa kebijakan transfer data tetap mengacu pada regulasi nasional.


"Indonesia juga mendorong transfer data lintas batas terbatas sesuai dengan undang-undang yang berlaku di Indonesia," ujar Airlangga.


Ia menambahkan, pemerintah AS akan memberikan perlindungan terhadap data konsumen Indonesia yang ditransfer dalam skema tersebut.


"Dan juga me-recognize bahwa Amerika pun akan memberikan perlindungan kepada data konsumen setara dengan perlindungan data konsumen yang diberlakukan di Indonesia," sambungnya.


Selain isu data, kesepakatan ART juga mengatur penurunan tarif impor produk Indonesia ke AS. Rata-rata tarif yang sebelumnya berada di angka 32 persen kini ditekan menjadi 19 persen. Angka ini diklaim sebagai salah satu yang terendah dibandingkan negara-negara ASEAN lainnya.


Airlangga menjelaskan, hasil tersebut merupakan buah negosiasi panjang sejak pengumuman kebijakan resiprokal AS pada April 2025. Dalam perjanjian itu, sebanyak 1.819 pos tarif produk Indonesia mendapatkan fasilitas preferensi, meliputi sektor pertanian dan industri seperti kelapa sawit, kopi, kakao, rempah-rempah, elektronik, semikonduktor, hingga peralatan pesawat terbang.


Menurutnya, sejumlah produk bahkan memperoleh tarif hingga 0 persen di pasar AS. Untuk sektor apparel dan tekstil, fasilitas tarif 0 persen diberikan melalui skema tariff-rate quota (TRQ).


Pemerintah memperkirakan kebijakan ini akan memberikan manfaat langsung kepada sekitar 4 juta tenaga kerja dan berdampak pada lebih dari 20 juta masyarakat Indonesia.


Sebagai bagian dari prinsip resiprokal, Indonesia juga menetapkan tarif 0 persen bagi sejumlah produk asal AS, termasuk gandum dan kedelai. Kebijakan tersebut dinilai dapat menjaga stabilitas harga pangan dalam negeri, terutama bahan baku mie, tahu, dan tempe, sehingga tidak membebani konsumen.


ART dijadwalkan mulai berlaku 90 hari setelah seluruh proses hukum di masing-masing negara rampung, termasuk konsultasi pemerintah Indonesia dengan DPR serta tahapan internal di Amerika Serikat.

Komentar

Tampilkan