JELAJAH

Pemerintah Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh pada 19 Februari 2026

SuaraRepublik
2/17/2026, 20.54 WIB Last Updated 2026-02-17T13:54:39Z

Suararepublik.id

Jakarta – Pemerintah melalui Kementerian Agama resmi menetapkan awal puasa Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Keputusan tersebut diambil dalam Sidang Isbat yang digelar pada Selasa (17/2/2026) di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat.


Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan, penetapan tersebut didasarkan pada hasil perhitungan hisab dan laporan rukyatul hilal di berbagai wilayah Indonesia.


“Berdasarkan hasil hisab serta tidak adanya laporan hilal terlihat, maka 1 Ramadhan 1447 H jatuh pada Kamis 19 Februari 2026,” ujar Nasaruddin saat konferensi pers di Jakarta.


Sebelumnya, Anggota Tim Hisab Rukyat Kemenag, Cecep Nurwendaya, memaparkan bahwa posisi hilal saat pengamatan belum memenuhi kriteria yang ditetapkan Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS).


“Di seluruh ibu kota NKRI plus Sabang tidak memenuhi kriteria MABIMS awal bulan Ramadhan 1447 Hijriah,” kata Cecep dalam seminar posisi hilal.


Ia menjelaskan, kriteria MABIMS mensyaratkan tinggi hilal minimal 3 derajat secara toposentrik dan elongasi minimal 6,4 derajat secara geosentrik agar dapat dinyatakan memenuhi syarat visibilitas.


“Kita lihat ini tinggi 3 derajat, tinggi toposentrik 3 derajat. Yang ke atas melengkung ini 6,4 derajat elongasi geosentrik, makanya disebut MABIMS,” terangnya.


Rangkaian Sidang Isbat diawali dengan seminar posisi hilal pada pukul 16.30 WIB yang dihadiri para pakar astronomi dan ahli falak. Sidang penetapan awal Ramadan digelar secara tertutup pukul 18.30 WIB, sebelum akhirnya hasilnya diumumkan kepada publik sekitar pukul 19.05 WIB melalui konferensi pers.


Dengan keputusan tersebut, umat Islam di Indonesia akan mulai menunaikan ibadah puasa Ramadan pada Kamis (19/2/2026).

Komentar

Tampilkan