Suararepublik.id
JAKARTA – Ruang rapat Kantor Kecamatan Koja jadi ajang silaturahmi sekaligus koordinasi penting. Pengurus SPPG Kecamatan Koja duduk satu meja dengan Pemerintah Kecamatan Koja yang diwakili Sekcam Adi Jaya Gumelar . . Tujuannya jelas: memperkuat sinergi, memperlancar komunikasi, dan menyamakan langkah agar pelayanan Program Makan Bergizi Gratis MBG benar-benar optimal untuk warga. (18/6).
Komitmen Bersama untuk Anak Koja
Hadir dari SPPG Koja, Andi, S.sos selaku Kepala SPPG sekaligus Sekretaris Wilayah Jakarta Utara, bersama Muhammad Zaenal dan Rahmat dari Tim Koordinator SPPG Kecamatan Koja.
Membuka pertemuan, Sekretaris Camat " Adi Jaya Gumelar mengapresiasi kehadiran pengurus SPPG. Ia menekankan dua hal penting: administrasi harus tuntas dan dapur harus aman.
"Saya ucapkan terima kasih kepada jajaran SPPG Koja yang sudah hadir bersilaturahmi. Saya minta segera selesaikan kelengkapan administrasi dan perizinan. Penempatan dapur juga harus layak, sesuai ketentuan, dan tidak membahayakan. Kecamatan hanya monitoring, tidak berwenang memberi izin penempatan dapur MBG," tegas Adi Jaya.
MBG sebagai Senjata Melawan Stunting
Sekcam juga menyoroti manfaat besar MBG. Program ini menyuplai minimal sepertiga kebutuhan gizi harian untuk anak, ibu hamil, dan menyusui. Fokus utamanya: protein hewani untuk dorong pertumbuhan dan memotong rantai malnutrisi dari akar.
"Saya minta SPPG Koja terus berkomunikasi dengan kami. Apa yang terjadi di lapangan harus terpantau baik, agar program ini tepat sasaran,"pesannya.
SPPG Koja Bahas Lebih Detail Soal Kebersihan dan Izin Jadi Prioritas
Muhammad Zaenal " Koordinator SPPG Kecamatan Koja, menjelaskan tugasnya melakukan pengecekan kesehatan dan sanitasi dapur MBG di seluruh Koja.
"Kami sangat peduli soal kebersihan dan kesehatan dapur. Untuk kelengkapan izin, kami akan bekerja sama dengan PTSP, Sudin Kesehatan, dan Sudin Gulkarmat. Sementara izin dapur MBG sendiri ada di ranah BGN pusat," jelasnya.
Zaenal juga menegaskan SPPG terbuka untuk kritik. Jika ada makanan kurang sehat atau kejanggalan di lapangan, ia siap menegur tim dapur. "Kami mitra BGN. Kalau ada yang salah, harus diperbaiki,"ujarnya.
Tinjau Ulang Lokasi Dapur, Utamakan Keamanan
Andi, S.Sos menambahkan, SPPG Wilayah Jakarta Utara sudah berkoordinasi dengan Walikota, BPOM, dan Dewan Kota. Para stakeholder seperti BPOM dan Sudin Kesehatan juga dilibatkan sebagai narasumber.
Untuk penempatan dapur, ada aturan tak tertulis: hindari lokasi dekat pembuangan sampah atau kandang ternak , contohnya dapur dekat SPBE akan ditinjau ulang. Jika tetap digunakan, harus ada tembok pembatas.
"Titik pembuatan dapur SPPG kewenangannya di pusat. SPPG hanya mitra setelah administrasi dan pendaftaran akun selesai. MBG pusat yang menentukan,"pungkas Andi.
Silaturahmi ini ditutup dengan satu komitmen: administrasi beres, dapur aman, komunikasi lancar. Karena tujuan akhirnya bukan sekadar laporan, tapi anak-anak Koja tumbuh sehat dan cerdas.


