JELAJAH

Tokoh Limapuluh Kota Temui Bupati dan DPRD, Serukan Stabilitas Sosial-Politik

SuaraRepublik
2/13/2026, 17.53 WIB Last Updated 2026-02-13T10:53:43Z


Suararepublik.id

Limapuluh Kota– Sejumlah tokoh masyarakat Kabupaten Limapuluh Kota menggelar pertemuan dengan Bupati, Wakil Bupati, serta DPRD setempat pada Jumat (13/2/2026). Pertemuan tersebut merupakan agenda silaturahmi tahunan yang juga dimanfaatkan sebagai forum penyampaian aspirasi terkait persoalan sosial kemanusiaan dan dinamika politik daerah.


Rombongan terdiri dari aktivis Palanta Aksi Kemanusiaan dan Sosial (PakSa), pengurus Yayasan IBRATAMA, serta perwakilan organisasi keagamaan seperti NU, MUI, dan DMI. Kedatangan mereka diterima langsung oleh jajaran pemerintah daerah.


Presidium PakSa sekaligus Ketua Yayasan IBRATAMA, Ferizal Ridwan, menyebut pertemuan itu sebagai ruang komunikasi strategis antara tokoh masyarakat dan pimpinan daerah.


"Karena kami menilai kolaborasi antara pemerintah dan tokoh masyarakat menjadi kunci dalam menjaga stabilitas serta mendorong pembangunan daerah," kata Ferizal Ridwan.


Mantan Ketua DPRD Limapuluh Kota yang juga Ketua Partai Gerindra setempat, Deni Asra, menyatakan dukungan terhadap visi pembangunan kepala daerah dan menyampaikan kesiapan masyarakat untuk berkontribusi melalui gagasan maupun jaringan yang dimiliki.


Sementara itu, H Ismardi BA yang pernah menjabat Ketua DPRD periode 2004-2009 berharap pemerintah mampu merangkul seluruh potensi masyarakat, baik yang berada di daerah maupun di perantauan, terutama di tengah dinamika politik dan tantangan krisis.


Menanggapi isu yang beredar belakangan ini, Ismardi mengimbau masyarakat tidak mudah terprovokasi dan menyebarkan informasi yang belum tentu benar, terlebih di era kemajuan teknologi informasi dan kecerdasan buatan.


Ketua DMI Limapuluh Kota, Buya Akmul DS, juga mengingatkan pentingnya sikap tabayun sebelum menyimpulkan suatu informasi.


"Tentunya agama kita selalu mengajarkan agar kita selalu bertabayun. Bisa jadi beliau korban dan setiap musibah itu adalah ujian. Apalagi seorang kepala daerah yang memegang jabatan politik, biasanya semakin tinggi pucuk kayu, akan semakin besar angin menerpa," ungkapnya.


Para tokoh turut memberikan dukungan moral kepada bupati dan keluarga agar tetap kuat dalam menjalankan amanah.


"Kita berikan dukungan penyemangat dan do'a agar beliau tetap kuat dan semangat. Mari kita jadikan ini sebagai refleksi bersama agar lebih berhati-hati di masa mendatang," imbuhnya.


Buya Sudirman Sair, Pembina Pondok Pesantren Al Syadiah sekaligus Dewan Syuro NU Limapuluh Kota, menekankan pentingnya sikap saling memaafkan dan menjadikan setiap persoalan sebagai pembelajaran.


Ferizal Ridwan berharap Bupati, Wakil Bupati, dan DPRD tetap fokus menjalankan visi dan misi pembangunan daerah serta menjaga stabilitas politik menjelang Ramadan.


"Bupati dan Wakil Bupati menyatakan terbuka terhadap masukan, kontrol, serta nasihat dari para tokoh masyarakat demi kemajuan Limapuluh Kota," lanjut Ferizal Ridwan.


Usai pertemuan dengan kepala daerah, rombongan melanjutkan kunjungan ke kantor DPRD Limapuluh Kota. Diskusi dengan DPRD dilakukan secara daring karena para anggota dewan tengah berada di luar daerah. Pimpinan DPRD mengapresiasi kunjungan tersebut sebagai bentuk kepedulian terhadap pembangunan dan kondusivitas daerah.

Komentar

Tampilkan