JELAJAH

Bayi 2 Hari Ditinggal di Gerobak Nasi Uduk Jaksel, Surat Kakak 12 Tahun: “Tolong Rawat Adik Saya”

SuaraRepublik
3/06/2026, 14.53 WIB Last Updated 2026-03-06T07:53:31Z


Suararepublik.id

Jakarta – Warga di Jalan Pejaten Raya, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, digegerkan dengan penemuan seorang bayi perempuan yang diduga baru berusia dua hari di sebuah gerobak nasi uduk pada Selasa (3/3/2026) sore. Bayi tersebut ditemukan dalam tas belanja berwarna hitam bersama sepucuk surat yang diduga ditulis oleh seorang anak berinisial Z.


Kapolsek Pasar Minggu, Kompol Anggiat Sinambela, mengatakan bayi itu diduga sengaja ditelantarkan di lokasi oleh Z yang disebut berusia 12 tahun. Dugaan tersebut mengacu pada isi surat yang ditemukan bersama bayi tersebut.


“Bayi perempuan tersebut diperkirakan berusia dua hari berdasarkan tulisan di kertas yang dituliskan oleh seorang berinisial Z yang diduga dengan sengaja menelantarkan bayi di TKP,” jelas Anggiat dalam keterangannya, Selasa (3/3/2026).


Dalam surat itu, Z mengaku sebagai kakak dari bayi tersebut. Ia menuliskan bahwa adiknya yang diberi nama AR baru lahir pada Senin (2/3/2026).


“Adik saya lahir 2 Maret 2026,” bunyi surat tersebut.


Z juga menuliskan bahwa ibu mereka meninggal dunia saat melahirkan AR. Karena itu, ia memohon kepada siapa pun yang menemukan bayi tersebut agar bersedia merawatnya.


“Assalamualaikum, Bapak/Ibu yang menemukan adik saya, saya Z ingin minta tolong untuk merawat adik saya, karena ibu saya meninggal saat melahirkan,” tulis Z.


Ia juga berharap bayi tersebut bisa mendapatkan kehidupan yang lebih baik dan tidak mengalami nasib yang sama seperti dirinya.


“Tolong anggap seperti anak sendiri, karena saya tidak akan menemukan atau mengunjungi dia lagi, saya tidak mau masa depan dia seperti saya, Terima kasih,” tulisnya menutup surat.


Bayi tersebut pertama kali ditemukan oleh seorang warga bernama Dinda. Selain surat, di dalam tas juga ditemukan sejumlah perlengkapan bayi, seperti susu bayi kemasan berwarna merah, tisu basah, serta sarung tangan bayi berwarna biru.


Menurut Anggiat, penemuan bayi bermula ketika Dinda mendengar suara tangisan dari arah luar rumahnya yang berada di lantai dua.


“Saksi Dinda mendengar suara tangisan bayi dari arah gerobak yang berada di depan rumah,” kata Anggiat.


Setelah memastikan sumber suara tersebut, Dinda kemudian memberi tahu ibunya dan membawa bayi itu masuk ke dalam rumah untuk diamankan sebelum melaporkannya kepada pihak berwajib.


“Setelah saksi Dinda menemukan bayi tersebut, selanjutnya memberi tahu ibu, kemudian bayi diangkat ke dalam rumah,” lanjutnya.


Bayi tersebut kemudian dibawa ke Puskesmas Pasar Minggu untuk mendapatkan penanganan awal sebelum diserahkan kepada Dinas Sosial. Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan dengan memeriksa rekaman CCTV di sekitar lokasi serta meminta keterangan dari sejumlah saksi.

Komentar

Tampilkan