JELAJAH

Baru Saja Study Tour ke Jogja, SMPN 5 Curug Kembali Boyong Siswa ke Bandung, Wali Murid Keluhkan Biaya Rp1,5 Juta

SuaraRepublik
4/21/2026, 15.46 WIB Last Updated 2026-04-21T08:46:50Z

 

Suararepublik.id 



TANGERANG – Kebijakan SMP Negeri 5 Curug, Kabupaten Tangerang, memicu polemik di kalangan wali murid. Di tengah upaya pemerintah mendorong efisiensi dan sistem kerja fleksibel (Work From Home), pihak sekolah justru memberangkatkan siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler ke Bandung, Jawa Barat, pada Selasa dini hari (21/4/2026).


​Kegiatan yang dimulai sejak pukul 04.00 WIB tersebut menuai sorotan tajam lantaran biaya yang dipatok dianggap mencekik leher. Setiap siswa diwajibkan membayar sebesar Rp1,5 juta, sebuah angka yang dinilai sangat memberatkan mengingat belum lama ini para siswa juga baru saja mengikuti kegiatan study tour ke Yogyakarta.

Salah satu orang tua siswa yang meminta identitasnya dirahasiakan mengungkapkan rasa keberatannya. Menurutnya, pihak sekolah seolah memberikan kewajiban terselubung tanpa adanya opsi untuk tidak berpartisipasi.


​“Biayanya Rp1,5 juta dan informasinya harus ikut. Padahal belum lama ini ada study tour ke Jogja yang biayanya sampai Rp2 juta. Ini sangat memberatkan kami sebagai orang tua,” ujarnya dengan nada kecewa.


​Senada dengan hal tersebut, salah satu siswa yang ikut dalam rombongan mengonfirmasi rincian biaya tersebut. Ia menjelaskan bahwa dana yang dikumpulkan dibagi untuk dua agenda sekaligus.


​“Untuk ke Bandung biayanya sekitar Rp1 juta, dan Rp500 ribu lagi untuk uang perpisahan sekolah,” jelas siswa tersebut saat ditemui di lokasi keberangkatan.

Berdasarkan informasi, rombongan tersebut mengunjungi tiga lokasi wisata di wilayah Bandung. Namun, hingga berita ini diturunkan, urgensi dari kegiatan ekstrakurikuler yang dilakukan dalam waktu berdekatan dengan agenda luar kota sebelumnya masih menjadi tanda tanya besar bagi publik.


​Sifat kegiatan yang diduga "wajib" juga berpotensi menabrak prinsip pendidikan yang seharusnya inklusif dan tidak diskriminatif terhadap kondisi ekonomi siswa. Muncul desakan dari berbagai pihak agar adanya transparansi penggunaan anggaran yang dikelola oleh pihak sekolah maupun komite.

Upaya konfirmasi telah dilakukan kepada pihak Humas SMPN 5 Curug melalui pesan singkat WhatsApp, namun hingga berita ini diterbitkan, belum ada respons resmi yang diberikan.


​Bungkamnya pihak sekolah diperparah dengan belum adanya keterangan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang terkait pengawasan kegiatan luar sekolah yang memakan biaya besar tersebut. Masyarakat kini menunggu langkah tegas dari otoritas terkait untuk mengevaluasi legalitas dan kepatutan pungutan kegiatan tersebut di tengah situasi ekonomi yang sedang menantang.

Komentar

Tampilkan