JELAJAH

KH. Agus Muslim: Nahdlatul Ulama Jakarta Utara Siap Jadi Role Model Pelayanan Umat yang Modern

SuaraRepublik
4/13/2026, 19.12 WIB Last Updated 2026-04-13T12:26:18Z

Suararepublik.id

Jakarta – Nahdlatul Ulama (NU) Jakarta Utara di bawah kepemimpinan KH. Agus Muslim terus berbenah untuk menjawab tantangan zaman. Tak lagi sekadar menjaga tradisi, NU Jakarta Utara kini bertransformasi menjadi organisasi yang fokus pada peningkatan intelektualitas serta pelayanan riil di bidang kesehatan dan ekonomi bagi masyarakat.



​Dalam sebuah diskusi hangat, KH. Agus Muslim menekankan bahwa warga Nahdliyin saat ini dituntut untuk menyeimbangkan kecerdasan spiritual dengan kecerdasan intelektual. Ia merujuk pada prinsip Al-Muhafadzah ala al-qadimi al-shalih wa al-akhdzu bi al-jadidi al-ashlah.


​"Salah satu pemikiran Nahdlatul Ulama itu di antaranya adalah menjaga dan merawat tradisi-tradisi yang memang ada dari semenjak dulu... tetapi juga menerima sesuatu yang baru dalam rangka perbaikan dan perbaikan," ujar Agus Muslim kepada wartawan, Senin (13/4/2026).


Salah satu terobosan nyata yang sedang digarap adalah pengaktifan kembali klinik kesehatan di Jakarta Utara. Klinik ini diproyeksikan memberikan pelayanan medis dengan biaya yang sangat terjangkau bagi masyarakat, khususnya warga Jakarta Utara.


​"Insyaallah beberapa hari ke depan akan kembali klinik kita itu beroperasi dalam rangka memberikan pelayanan terhadap masyarakat kita dengan biaya yang sangat terjangkau," jelasnya.


​Tak hanya kesehatan, sektor ekonomi juga menjadi perhatian serius. Melalui Lembaga Perekonomian NU, Jakarta Utara telah memulai kolaborasi dengan peternak di Bogor untuk menyuplai kebutuhan hewan kurban ke masjid dan mushala. Selain itu, produk air minum "Nu Segar" kini sudah merambah pasar hingga ke Pandeglang dan Bogor.


Agus Muslim juga menyoroti pentingnya infrastruktur fisik sebagai simbol kemandirian. Di bawah kepemimpinannya, NU Jakarta Utara berhasil membangun kantor cabang pertama di DKI Jakarta yang dimiliki sendiri, meskipun di tengah situasi sulit pandemi COVID-19.


​" Pada Tahun 2022 , di bulan Oktober kita adakan peresmian Kantor PCNU di tengah Covid 19 , artinya di saat semua orang tiarap tapi kita tetap jalan," ungkapnya.


​Gedung yang menelan biaya sekitar Rp1,8 miliar tersebut menjadi bukti nyata kekompakan warga Nahdiyin, Para Kiayi, Pengurus di semua tingkatan dan tentunya di support oleh tiga pilar di Kota Administrasi Jakarta Utara. 


Berbekal pengalaman sebagai Wakil Sekretaris PWNU DKI Jakarta periode 2016-2019 dan kesuksesannya memimpin Jakarta Utara, Agus Salim kini menyatakan kesiapannya untuk membawa perubahan ke tingkat provinsi. Ia berharap keberhasilan di Jakarta Utara dapat diduplikasi di wilayah lain.


​"Kalau saya hari ini misalnya pelayanan kesehatan di Jakarta Utara itu bagus, saya akan jadikan role model pelayanan kesehatan Jakarta Utara untuk semua cabang-cabang yang ada di DKI Jakarta," tuturnya optimis.


(Ris)

Komentar

Tampilkan