Suararepublik.id
Jakarta – Desak Inspektorat dan Kejaksaan untuk meninjau ulang kembali Kegiatan Dinas Pertamanan, Pemakaman dan Hutan Kota Provinsi DKI Jakarta Tahun Anggaran 2025, dengan anggaran Rp. 3.432.609.306,00.
Akibatnya, sejumlah masyarakat mempertanyakan kegiatan/pekerjaan Proyek Pelaksanaan Penataan RTH Makam Wilayah Jakarta Utara.
Pasalnya, pekerjaan tersebut terkesan pemborosan anggaran dan "mubazir".
Diketahui, pekerjaan pemasangan U-ditch dan pekerjaan Box Culvert tidak semestinya berfungsi alias asal jadi hingga menimbulkan banjir di TPU Budidharma Semper Timur, Cilincing Jakarta Utara.
Tampak saat banjir, TPU Budidharma bagaikan lautan dikarenakan terjadi penyumbatan saluran, disamping itu juga diakibatkan pekerjaan u- ditch yang nota bene tidak berfungsi.
Ketua Umum Perkumpulan Lembaga Swadaya Masyarakat Suara Pemuda Indonesia Torang Panggabean, angkat bicara, menurutnya proyek tersebut terkesan dipaksakan untuk menghabiskan anggaran soalnya dari awal pekerjaan juga sudah banyak yang mempertanyakan karena memperkecil jalan yang tadinya luas sekarang saluran U-ditch tersebut malah jadi amburadul tampak dalam keterangan photo diatas.
Hal yang sama juga diakui salah seorang orang warga saat mengunjungi makam orang tuanya. Arman sangat kecewa melihat adanya proyek mercusuar yang dianggarkan Dinas Pertamanan Dan Hutan Kota DKI Jakarta asal jadi," beber Arman kepada awak media. Senin. (13/4/2026).
Lebih lanjut dikatakan, disaat Pemerintah saat ini mencanangkan efesiensi anggaran, justru Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Provinsi DKI Jakarta melakukan pemborosan anggaran.
Ironisnya, pelaksanaan proyek tersebut diduga tidak berfungsi karena pemasangan U-ditch saluran tersebut terpasang diatas tanah, bukan didalam tanah, sebagaimana lazimnya pemasangan U-ditch pada umumnya.
Ketika hal tersebut di pertanyakan lewat aplikasi whatsApp milik Kepala Dinas Pertamanan Dan Hutan Kota Provinsi DKI Jakarta lr. M Fajar Sauri, M.Si hingga berita ini diturunkan yang bersangkutan bungkam alias tidak merespon.
(Aly)


