JELAJAH

Perkuat Pertahanan Kota, Polsek Cisauk Gandeng Ormas dan Ojol dalam Simulasi Sispam Mako

SuaraRepublik
4/07/2026, 17.59 WIB Last Updated 2026-04-07T11:27:44Z

Suararepublik.id 


TANGERANG – Dalam upaya meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi situasi darurat (kontinjensi), Polsek Cisauk menggelar simulasi Sistem Pengamanan Markas Komando (Sispam Mako) yang melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari organisasi kemasyarakatan (ormas) hingga komunitas ojek online (ojol), pada hari ini.


​Kegiatan yang berlangsung di Halaman Mapolsek Cisauk tersebut diikuti oleh sejumlah ormas besar seperti Pemuda Pancasila (PP), Banser, dan BPPKB. Kehadiran mereka menunjukkan adanya pergeseran strategi pengamanan yang kini lebih mengedepankan kolaborasi aktif antara aparat penegak hukum dan warga.

​Kapolsek Cisauk,AKP Dhady Arsya, menegaskan bahwa simulasi ini merupakan langkah serius dalam membangun benteng pertahanan yang solid di wilayah hukumnya. Menurutnya, personel kepolisian memerlukan dukungan dari "mata dan telinga" masyarakat untuk mendeteksi potensi gangguan keamanan sejak dini.


​"Kita melakukan simulasi jaga Mako ini dalam rangka kesiapsiagaan menghadapi situasi kontinjensi yang tidak kita inginkan. Diharapkan kita siaga apabila memang diperlukan potensi masyarakat itu untuk menjaga Sispamkota kita," ujar Kapolsek, Selasa (07/04/2026)


​Ia menambahkan, jika terjadi eskalasi massa atau kerusuhan di wilayah tersebut, keterlibatan aktif dari komunitas ojol dan ormas akan menjadi kunci dalam menjaga stabilitas dan mempercepat proses penanganan di lapangan.


​Keterlibatan ormas dalam agenda ini disambut positif oleh para perwakilan anggota di lapangan. Salah satu perwakilan dari Pemuda Pancasila (PP) menyampaikan bahwa keikutsertaan mereka adalah bukti nyata komitmen organisasi dalam mendukung program-program kepolisian, khususnya di wilayah Cisauk dan Setu.


​"Kegiatan ini menjadi bukti nyata kami, Pemuda Pancasila, turut aktif berkontribusi dan bekerja sama dengan aparat penegak hukum. Kami selalu berkontribusi dan aktif berkomunikasi dengan Polsek Cisauk agar Indonesia, khususnya wilayah kita, tetap damai, aman, dan sentosa," ungkap salah satu perwakilan PP Tangerang Selatan di sela-sela simulasi.

​Dalam simulasi ini, terdapat tiga poin utama yang menjadi fokus kolaborasi : 

-Memanfaatkan mobilitas tinggi pengemudi ojol untuk memberikan laporan cepat mengenai kondisi keamanan di jalanan.

-Membangun koordinasi dengan ormas untuk membantu meredam potensi gesekan sosial.

-Penguatan sistem pengamanan kota secara menyeluruh agar lebih terintegrasi antara pusat komando polisi dan elemen masyarakat.


​Dengan terlaksananya simulasi ini, Polsek Cisauk mengirimkan pesan kuat bahwa keamanan wilayah Tangerang merupakan tanggung jawab kolektif. Sinergi yang terbangun diharapkan dapat memastikan seluruh aktivitas masyarakat tetap berjalan kondusif di bawah perlindungan bersama.


(Nuy)


Komentar

Tampilkan