JELAJAH

KRL Rute Tanah Abang-Rangkasbitung Ingin Ditambah, Masalah Listrik Jadi Kendala

SuaraRepublik
4/21/2026, 01.20 WIB Last Updated 2026-04-20T18:21:05Z

 

Suararepublik.id

Jakarta – PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) membuka peluang penambahan jumlah gerbong Kereta Rel Listrik (KRL) pada tahun depan, khususnya untuk rute Tanah Abang-Rangkasbitung atau yang dikenal sebagai green line. Rencana ini sejalan dengan program peningkatan daya listrik aliran atas (LAA) guna mendukung operasional rangkaian yang lebih panjang.


Saat ini, KRL di lintas tersebut masih terbatas pada delapan hingga 10 gerbong. Kondisi ini disebabkan oleh keterbatasan pasokan listrik di jalur, sehingga belum memungkinkan pengoperasian rangkaian hingga 12 gerbong seperti yang sudah diterapkan di lintas Bekasi dan Bogor.


Vice President Corporate Secretary KCI, Karina Amanda, mengungkapkan bahwa pengembangan infrastruktur untuk green line masih dalam tahap kajian akhir, namun progresnya telah mendekati penyelesaian.


“Ya, tentunya pasti akan diupayakan untuk direalisasikan ya. Karena ada beberapa program peningkatan infrastruktur di Jabodetabek yang diinisiasi baik oleh pemerintah maupun KAI yang sudah dimulai nanti mulai di tahun ini,” tutur Karina kepada wartawan di Jakarta, Senin (20/4/2026).


Ia menegaskan, peningkatan infrastruktur menjadi faktor utama dalam rencana penambahan gerbong menjadi 12 rangkaian. KCI juga telah menyerahkan hasil identifikasi kebutuhan sarana dan prasarana kepada pemerintah sebagai bahan pertimbangan.


“Jadi saat ini untuk pengembangan infrastruktur green line memang juga sama posisinya dalam kajian dan ini sudah memasuki tahap final. Prinsipnya, pemerintah bersama dengan KAI dan KAI Commuter tentunya akan berupaya maksimal untuk mengejar proses pengembangan infrastruktur khususnya di green line,” terangnya.


Sebelumnya, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan bahwa pemerintah tengah mendorong perluasan jaringan KRL melalui program elektrifikasi di sejumlah lintas, termasuk Cikarang–Cikampek dan Bogor–Sukabumi.


Untuk jalur Tanah Abang–Rangkasbitung, opsi penambahan gerbong dinilai menjadi solusi guna meningkatkan kapasitas angkut penumpang yang terus meningkat. Namun, hal tersebut harus didukung dengan peningkatan sistem kelistrikan.


“Daerah Rangkasbitung saya sebenarnya sudah minta kepada Pak Dirjen supaya mengganti kereta yang lebih besar lagi sehingga kapasitas angkutnya lebih banyak. Tapi memang salah satu syaratnya adalah kita memperbaiki jaringan elektrifikasinya,” ujar Dudy saat konferensi pers di Jakarta Selatan, Kamis lalu.


(Ris)

Komentar

Tampilkan