Suararepublik.id
Jakarta – Dinamika di tubuh Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) kian memanas setelah sejumlah pengurus inti memutuskan mundur secara bersamaan. Salah satu tokoh penting, Mirwan Amir, memastikan dirinya resmi mengundurkan diri sejak 1 Maret 2026, mengikuti langkah AU yang lebih dahulu meninggalkan posisi strategis di partai.Bendahara Umum PKN, Mirwan Amir mengungkapkan bahwa keputusan tersebut dipicu oleh perubahan struktur kepemimpinan yang terjadi secara tiba-tiba di level tertinggi partai.
"Pergantian pimpinan ini hanya bisa dilakukan antara Ketua Majelis Agung dan Ketua Umum gitu loh. Jadi itu ya, tiba-tiba ada kejadian itu saja," ujar Mirwan menjelaskan alasan pengunduran dirinya kepada wartawan di Jakarta, Senin (13/4/2026).
Mirwan juga menegaskan bahwa keputusannya bergabung dan aktif di PKN sejak awal tidak terlepas dari figur AU. Ia menyebut, fondasi partai dibangun untuk mendukung kepemimpinan AU.
"Kita di PKN ini, saya ya, saya di PKN ini semua itu karena AU. Karena AU makanya saya mau berpartisipasi, saya mau apa... berusaha kerja kebutuhan-kebutuhan partai ini, ya semuanya itu karena AU," tegasnya.
Ia mengaku, setelah AU mundur, tidak ada lagi alasan kuat baginya untuk tetap bertahan di dalam partai.
"Tapi setelah AU mundur ya... mau ngapain lagi saya gitu kan? Karena dari awal pertama kita buat partai ini memang karena kita menyiapkan infrastruktur untuk Anas ini menjalankan partai ini," lanjut Mirwan.
Terkait langkah politik selanjutnya, Mirwan menyatakan belum mengambil keputusan pasti. Ia memilih menunggu arahan dari AU sebelum menentukan sikap, termasuk kemungkinan membentuk kekuatan politik baru atau bergabung dengan pihak lain.
"Saya tunggu arahan dari AU saja. Saya tergantung arahan AU, saya ini kan pasukan yang di belakang. Kalau AU bilang kita akan gini, oke kita jalani," katanya.
Pengunduran diri sejumlah elite pusat ini diperkirakan akan berdampak hingga ke tingkat daerah. Mirwan mengakui, banyak kader di daerah yang selama ini bergabung karena faktor ketokohan AU.
"Ya mungkin ada (pengaruh ke daerah), pasti ada. Pasti orang juga tanda tanya juga kenapa kok banyak yang mundur. Tapi mungkin kebanyakan juga dari kader-kader sudah tahulah, kalau AU mundur berarti kan gerbongnya juga ada mundur gitu loh," ungkap Mirwan.
Meski demikian, Mirwan tetap memberikan apresiasi kepada Sekretaris Jenderal PKN, SM. Ia berharap partai tersebut tetap mampu bertahan dan bersaing pada Pemilu 2029, dengan kerja keras para pengurus yang masih bertahan di berbagai daerah.
(Ris)


