JELAJAH

Revitalisasi Pasar Gardu Asem Dimulai, Pramono Anung Dorong Modernisasi dan Digitalisasi Pasar

SuaraRepublik
4/06/2026, 15.26 WIB Last Updated 2026-04-06T08:27:01Z

 

Suararepublik.id

Jakarta – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, resmi memulai proyek revitalisasi Pasar PD Jaya Gardu Asem di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (6/4/2026). Agenda tersebut ditandai dengan prosesi peletakan batu pertama yang berlangsung sekitar pukul 09.00 WIB.


Kehadiran Pramono disambut oleh jajaran pemerintah wilayah setempat, mulai dari camat hingga lurah Kemayoran. Acara ini juga dihadiri unsur aparat keamanan dari Polsek dan Kodim Kemayoran yang turut mengawal jalannya kegiatan. Selain itu, Wali Kota Jakarta Utara, Hendra Hidayat, juga terlihat hadir dalam kesempatan tersebut.


Dalam sambutannya, Pramono menegaskan pentingnya percepatan pembangunan pasar guna mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar.


“Saya berharap pembangunan Pasar Jaya yang terletak di Kemayoran ini bisa cepat terealisasi agar dapat membantu perkembangan ekonomi di wilayah tersebut,” ujar Pramono.


Ia menekankan bahwa revitalisasi tidak hanya sebatas pembenahan fisik bangunan, tetapi juga mencakup peningkatan keamanan dan fasilitas pendukung bagi pedagang maupun pengunjung.


“Dari segi perdagangan, keamanan, dan fasilitas pasar akan kita siapkan dengan baik supaya pedagang dan masyarakat yang berbelanja merasa aman dan nyaman,” katanya.


Lebih lanjut, Pramono menyebut program revitalisasi pasar akan terus berlanjut di berbagai titik di Jakarta, termasuk Pasar Tanah Abang yang direncanakan menyusul dalam waktu dekat.


“Saya setuju beberapa pasar dilakukan revitalisasi, termasuk hari ini di tempat ini. Mungkin minggu depan di Tanah Abang dan sebagainya,” ucapnya.


Menurutnya, pasar memiliki fungsi strategis, bukan hanya sebagai pusat aktivitas ekonomi, tetapi juga ruang interaksi sosial masyarakat.


“Pasar bagi Jakarta itu punya peran yang sangat strategis. Di sana ada interaksi sosial, ekonomi, dan juga membawa ketenteraman. Kalau ibu-ibu ke pasar, harganya murah, barangnya ada, pulang ke rumah tidak cemberut,” tuturnya.


Pramono juga menargetkan revitalisasi dan modernisasi terhadap seluruh pasar di bawah pengelolaan PD Pasar Jaya yang berjumlah 153 lokasi. Ia mendorong penerapan sistem pembayaran digital sebagai bagian dari transformasi tersebut.


“Saya berharap pasar-pasar yang berjumlah 153 ini kita lakukan revitalisasi dan modernisasi, termasuk dalam sistem pembayarannya. Digitalisasi yang sudah kita lakukan terbukti meningkatkan transaksi hingga 47 persen,” jelasnya.


Menurutnya, penggunaan metode pembayaran digital seperti QRIS juga dapat mengurangi potensi tindak kejahatan di pasar.


“Dengan digitalisasi, misalnya menggunakan QRIS, itu secara signifikan bisa mengurangi copet. Karena yang sering dicopet itu uang tunai,” katanya.


Dalam kesempatan itu, Pramono turut menyinggung asal-usul nama Pasar Gardu Asem yang memiliki nilai historis tersendiri.


“Tadi saya iseng-iseng baca tentang gardu asem tempat ini, rupanya ini dulu dibangun di tempat ada gardunya, ada pohon asemnya. Itulah cara kita nama menamai sebuah pasar,” ujarnya.


Selain Pasar Gardu Asem, revitalisasi juga dilakukan di Pasar Kramat Jaya, Jakarta Utara, sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pasar tradisional di ibu kota.


(Ytn)

Komentar

Tampilkan