JELAJAH

May Day di Monas Hari Ini Dihadiri 200 Ribu Buruh, Polisi Terapkan Rekayasa Lalu Lintas

SuaraRepublik
5/01/2026, 06.40 WIB Last Updated 2026-04-30T23:40:51Z

Suararepublik.id

Jakarta – Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day yang akan berlangsung di kawasan Monumen Nasional diperkirakan akan menyedot kehadiran ratusan ribu buruh dari berbagai daerah. Guna mengantisipasi lonjakan kendaraan serta potensi kemacetan, kepolisian telah menyiapkan skema pengaturan lalu lintas secara komprehensif.


Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Komarudin, menjelaskan bahwa pihaknya telah memetakan jalur kedatangan peserta aksi dari sejumlah wilayah, mulai dari Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat hingga Lampung.


"Rekayasa yang sudah kami lakukan, kami sudah mengatur rute perjalanan, baik saudara kita datang dari Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, sampai dengan Lampung, kita sudah atur flow mengarah ke Monas, termasuk kantong-kantong parkir bus yang akan digunakan," kata Komarudin, Kamis (30/4/2026).


Ia mengungkapkan, berdasarkan data sementara, jumlah buruh yang akan hadir diperkirakan mencapai lebih dari 200 ribu orang. Selain terpusat di Monas, beberapa kelompok juga direncanakan menggelar kegiatan di sejumlah titik lain di Jakarta.


"Diperkirakan sampai dengan data terakhir yang kami terima, 200 ribu lebih buruh yang akan ke Monas dan ada beberapa kelompok yang mungkin akan melaksanakan kegiatan di beberapa titik Jakarta," ujarnya.


Komarudin juga mengingatkan masyarakat untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas di Ibu Kota, terlebih momen ini bertepatan dengan libur panjang akhir pekan.


"Oleh karena itu, pada kesempatan ini kami menginformasikan bahwa kemungkinan besok Jakarta akan cukup padat. Namun demikian, kami akan berupaya agar seluruh aktivitas bisa berjalan walau ada perlambatan," sambungnya.


Lebih lanjut, ia menyebut sekitar 4.000 bus diperkirakan akan masuk ke Jakarta membawa peserta aksi. Penerapan rekayasa lalu lintas akan dilakukan secara fleksibel sesuai kondisi di lapangan, termasuk kemungkinan pengalihan hingga penutupan ruas jalan tertentu.


"Rekayasa arus lalu lintas kami lakukan secara situasional ya. Rekayasa-rekayasa ini mulai dari pengalihan ataupun penutupan sekiranya memang nanti akan ada ruas-ruas jalan yang padat, volumenya cukup berat, maka kami akan lakukan pengalihan atau bahkan penutupan sekiranya itu diperlukan," jelasnya.


Polda Metro Jaya juga menetapkan indikator zona dalam pengaturan lalu lintas. Pada zona hijau, arus kendaraan diharapkan tetap berjalan normal tanpa hambatan berarti.


"Ya kami berharap kita tetap bermain di zona hijau, artinya bahwa seluruh ruas jalan bisa tetap digunakan untuk sirkulasi pergerakan baik kendaraan roda dua, roda empat, dan bus peserta yang nanti akan masuk," katanya.


Namun jika terjadi peningkatan kepadatan hingga masuk zona kuning, rekayasa lalu lintas akan mulai diberlakukan di sejumlah titik strategis seperti Sarinah, Tugu Tani, hingga Harmoni.


"Ini sudah mulai akan kami alihkan ataupun kami kurangi volumenya sehingga mengantisipasi kepadatan yang bertambah panjang dan lama," tuturnya.


Ada 1.793 personel lalu lintas disiagakan untuk mengawal jalannya kegiatan. Para buruh dijadwalkan mulai berdatangan ke Jakarta sejak pagi hari untuk mengikuti rangkaian aksi May Day.


(Ris)

Komentar

Tampilkan

+