Suararepublik.id
Jakarta – Komunitas Awi Warisan Budaya Indonesia (KAWI) menggelar tasyakuran dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-1 di Lume Coffee, Jakarta Selatan. Perayaan ini menjadi ajang refleksi atas perjalanan KAWI selama setahun terakhir dalam menggerakkan pelestarian dan pengenalan budaya Indonesia kepada masyarakat.
KAWI didirikan oleh Hj. Yenny Maryani sebagai wadah kolaborasi yang berkomitmen menjaga, mengembangkan, dan mempromosikan warisan budaya Indonesia melalui berbagai kegiatan seni, edukasi, serta pemberdayaan masyarakat.
Acara tersebut dihadiri Ketua KAWI Amelia Salim, Penasihat KAWI Florentina Lis, jajaran pengurus dan anggota KAWI, serta Dr. Ir. Giwo Rubianto, M.Pd. sebagai tamu kehormatan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan penampilan seni angklung dan tari tradisional. Acara kemudian diisi dengan sambutan, pemutaran video perjalanan satu tahun KAWI, penyerahan plakat penghargaan, doa bersama, pemotongan tumpeng dan kue ulang tahun, ramah tamah, hingga hiburan.
Pada kesempatan itu, KAWI menyerahkan plakat penghargaan kepada Dr. Ir. Giwo Rubianto, M.Pd. sebagai bentuk apresiasi atas dukungan terhadap pelestarian budaya Indonesia.
Dalam sambutannya, Giwo menilai perjalanan KAWI memiliki arti penting dalam menjaga kekayaan budaya bangsa.
"Perjalanan KAWI bukan sekadar perjalanan sebuah organisasi, tetapi juga perjalanan menjaga dan melestarikan warisan budaya bangsa," tutur Giwo dalam sambutannya, Kamis (25/6/2026).
Ia juga menekankan bahwa angklung memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar alat musik.
"Angklung bukan hanya alat musik, melainkan simbol harmoni, gotong royong, dan persatuan. Setiap nada yang dihasilkan mengajarkan bahwa keindahan tercipta ketika kita saling melengkapi dan bekerja bersama," ujar Giwo.
Pesan tersebut sejalan dengan semangat yang terus diusung KAWI dalam membangun kolaborasi untuk menjaga dan melestarikan warisan budaya Indonesia.
Memasuki usia pertamanya, KAWI berkomitmen untuk terus berkembang menjadi komunitas yang lebih aktif, inovatif, dan inklusif melalui berbagai program pelestarian budaya, edukasi, serta pemberdayaan masyarakat. Melalui kolaborasi yang semakin luas, KAWI berharap dapat memperkuat kecintaan masyarakat terhadap warisan budaya Indonesia sekaligus memastikan nilai-nilai budaya tetap lestari dan diwariskan kepada generasi mendatang.
(Ris)


