JELAJAH

Ditanya Kegiatan Saluran dan Jalan Lingkungan, Kepala UPRS Marunda II Haposan Sinaga "Bungkam"

SuaraRepublik
7/13/2026, 12.27 WIB Last Updated 2026-07-13T05:28:05Z

Suararepublik.id

Jakarta – Dugaan aroma Persengkongkolan tercium di lingkup UPRS Rusun Marunda II cluster B. Pasalnya, kegiatan yang sedang berlangsung saat ini menjadi sorotan publik.


Dua kontraktor pelaksana dengan kegiatan yang berbeda dilokasi yang sama (pinjam bendera-Red).


Berdasarkan hasil penelusuran, kedua kontraktor tersebut. (1). PT.Naposobulung Berkarya,  Nilai Kontrak Rp. 1.711.694.741 dan (2).CV. Parmanda Raya Bersama, nilai kontrak Rp.1.570.694.74.


Anehnya lagi, kedua kontraktor pelaksana tersebut dengan alamat yang sama di JL.Otista III No.27 Kel.Cipinang Cempedak, Jakarta Timur, mungkinkah ini faktor kebetulan atau memang rekayasa?


Menariknya lagi, papan proyek CV. Permanda Raya Bersama dengan kegiatan Pekerjaan Saluran Jalan dan lingkungan, tidak ditemukan  dilokasi Rusun Marunda II Cluster B.


Akibat tidak ditemukan Papan Proyek CV. Parmanda Raya Bersama, terkait pekerjaan Jalan dan lingkungan. Patut dipertanyakan.Atas dasar apa PPK dan  Kontraktor Pelaksana tidak mencantumkan papan proyek tersebut?" ujar Herman selaku warga Rusun Marunda, Jumat (10/7/2026).


"Lantas kemana konsultan pengawas saat kegiatan berlangsung, termasuk tidak dicantumkannya papan proyek dilapangan ?" tuturnya.


Berdasarkan Fakta Integritas yang ditanda tangani Pejabat Pembuat Komitmen (PPK)/Kuasa Pengguna Anggaran Rusun Marunda dengan Direktur pelaksana PT. Naposobulung Berkarya, dugaan telah terjadi persekongkolan hingga terindikasi kerugian negara untuk kegiatan Rusun Marunda II Cluster B.


Tampak sejumlah item kegiatan tidak sesuai dengan spesifikasi teknis, hingga dugaan pengurangan volume.


Pakta Integritas yang ditanda tangani kedua belah pihak. Antara lain: (PPK) dengan Direktur Pelaksana hanya "lip service atau hanya diatas kertas,” terang Herman dengan geram.


Terkait dugaan pengurangan volume, hingga dugaan kerugian Negara.Temuan dilapangan untuk Pekerjaan PT. Naposobulung Berkarya. Antara lain:


1. Tidak menggunakan lantai kerja (t- 5 cm), kecuali hanya buat sampel. (Lokasi cluster B-2 dan yang lainnya-Red).


2. Dugaan tidak menggunakan sloof besi untuk pengecoran dinding dan lantai.


3. Tidak hanya itu, ukuran besi dilapangan, yang ada hanya ukuran besi 8 mm, sementara besi ukuran 10 mm dan 12 mm tidak ditemukan dilapangan. Bahkan tidak menggunakan ring balok saat pengecoran saluran.


4. Termasuk Tutup u-ditch diduga bukan pabrikasi melainkan cetak sendiri.


Untuk Pekerjaan CV. Parmanda Raya Bersama, dipertanyakan kualitas Paving blok, tampak sejumlah paving blok sudah pecah dan patah diduga tidak sesuai dengan spek.


Mantan Kepala UPRS Rusun Marunda II, Bahrudin selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK)/Kuasa Penggunan Anggaran (KPA) Tahun Anggaran 2026, saat dikonfirmasi terkait kegiatan di UPRS Rusun Marunda II Cluster B.


"Saya sudah pindah tugas dari UPRS Rusun Marunda II, dan sudah saya  sampaikan kepada PPK yang baru hingga  ke kontraktor pelaksana," jelas mantan Kepala UPRS Rusun Marunda II, dengan koperatif lewat aplikasi WhatsApp miliknya, Rabu (24/6), tepat pukul 19.00 wib.


Hingga berita ini diturunkan, kontraktor pelaksana yang nota bene pinjam bendera saat dikonfirmasi,  yang bersangkutan “tidak menanggapinya.


Hal yang sama dengan kepala UPRS Rusun Marunda II, Haposan Sinaga, saat dikonfirmasi lewat aplikasi WhatsApp miliknya, yang bersangkutan bungkam dan tidak memberikan tanggapan, Kamis (9/7).


Hal yang sama dengan Kepala Dinas PRKP Provinsi DKI Jakarta, Kelik Indriyanto, S.T.,M.T juga tidak menjawabnya.


(Aly)

Komentar

Tampilkan