JELAJAH

Viralkan Pesan Kejujuran: "Ijazah Jokowi" Dibaca Tokoh Nasional dan Internasional

SuaraRepublik
7/04/2026, 14.40 WIB Last Updated 2026-07-04T07:40:42Z

Suararepublik.id

Jakarta – Diskursus tentang kejujuran dan moralitas bangsa kembali mencuat melalui buku "IJAZAH JOKOWI: Pertaruhan Moral Bangsa dan Refleksi Kejujuran (Sebuah Renungan Filosofis)" karya Ketua Umum PPWI Wilson Lalengke.


Perhatian publik tertuju saat dua tokoh nasional dengan latar berbeda, selebritas Raffi Ahmad dan ulama Habib Rizieq Shihab, kedapatan berfoto bersama sambil memegang buku tersebut pada Senin, 30 Juni 2026.


Kedua tokoh itu menerima satu eksemplar buku melalui perantara anggota Persatuan Pewarta Warga Indonesia PPWI DKI Jakarta. Langkah distribusi ini dinilai strategis untuk menyebarkan wacana integritas dari level elite hingga akar rumput.


"Terima kasih untuk Dion, yang sudah menyampaikan buku penting ini kepada para pemimpin bangsa. Semoga pesan-pesan Kejujuran, Integritas, dan Moralitas yang termaktub dalam buku saya itu akan menyebar seperti virus melalui sikap, pernyataan-pernyataan, serta tausiah mereka ke masyarakat di masa depan," ujar Wilson Lalengke dalam keterangan resminya .(4/7).


Sudah Dibaca Tokoh Nasional dan Diplomat


Sebelum menjangkau Raffi Ahmad dan Habib Rizieq, buku yang mengupas esensi kejujuran dari sudut pandang filsafat ini telah dimiliki sejumlah tokoh nasional. Di antaranya Wakil Ketua DPR RI Prof. Sufmi Dasco Ahmad, Senator DPD RI asal Aceh periode 2014-2024 Dr. Fachrul Razi*, dan Ketua Umum PDKN Dr. Rahman Sabon Nama.


Buku karya lulusan pascasarjana bidang _Global Ethics_ dan _Applied Ethics_ dari tiga universitas terbaik di Eropa ini juga telah menembus kancah internasional. Beberapa tokoh dunia yang mengoleksinya antara lain, Presiden Hippo Family Jepang Mr. Kenshi Suzuki, Councillor International WPF University Mr. Muhammad Jesues Chrishna, dan *Duta Besar Rusia untuk Indonesia Mr. Sergey Tolchenov.


Diapresiasi Jurnalis Senior


Buku ini juga mendapat apresiasi dari kalangan media. Jurnalis senior Idris Hady mengaku kagum dan membaca ulang karya tersebut.


"Saya sangat bersyukur bisa memiliki dan membaca buku 'Ijazah Jokowi: Pertaruhan Moral Bangsa dan Refleksi Kejujuran' ini. Saya bahkan sampai membaca ulang karena begitu menikmati alur kata dan susunan kalimatnya. Gaya bahasanya sangat renyah dan mudah dipahami, namun isinya sarat akan kedalaman pemikiran filsafat yang menuntut kita merenung," ungkap Idris Hady. Ia bahkan memesan 10 buku untuk dibagikan ke koleganya.


Menurut Idris, kemampuan Wilson Lalengke meramu isu sensitif menjadi refleksi moral yang jernih adalah pencapaian intelektual. Di tengah minimnya literatur tentang moralitas fundamental bangsa, buku ini hadir sebagai oase sekaligus cermin untuk Indonesia yang lebih jujur dan berintegritas.


(Red)

Komentar

Tampilkan