JELAJAH

BMKG Peringatkan Dampak Siklon Nokaen dan Bibit Siklon, Warga Diminta Tingkatkan Kewaspadaan

SuaraRepublik
1/18/2026, 12.13 WIB Last Updated 2026-01-18T09:30:52Z

 


Suararepublik.id

Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi dampak cuaca ekstrem akibat Siklon Tropis Nokaen serta dua bibit siklon tropis, yakni 96S dan 97S, yang terdeteksi di sekitar wilayah Indonesia. Masyarakat dan pemerintah daerah diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap hujan lebat, angin kencang, hingga gelombang laut tinggi.


"BMKG mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk waspada hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi hingga 4 meter akibat siklon tropis nokaen serta bibit siklon tropis 96S dan 97S," kata Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, kepada wartawan, Minggu (18/1/2026).


BMKG juga menekankan pentingnya langkah antisipasi untuk meminimalkan risiko bencana hidrometeorologi. "Antisipasi utama adalah menghindari aktivitas di laut, menyiapkan jalur evakuasi, dan meningkatkan koordinasi mitigasi bencana," tambahnya.


Guswanto menegaskan bahwa kombinasi antara siklon tropis dan bibit siklon yang aktif saat ini berpotensi memperburuk kondisi cuaca di sejumlah wilayah. Oleh karena itu, kesiapsiagaan sejak dini, koordinasi lintas instansi, serta kepatuhan masyarakat terhadap informasi resmi menjadi faktor krusial dalam menekan dampak bencana.


BMKG merekomendasikan sejumlah langkah antisipatif, di antaranya masyarakat pesisir diminta menunda aktivitas melaut, khususnya nelayan dan kapal berukuran kecil. Pemerintah daerah diimbau menyiapkan posko siaga bencana, jalur evakuasi, serta logistik darurat. Operator transportasi laut dan udara juga diminta menyesuaikan jadwal dan rute pelayaran sesuai perkembangan cuaca. Sementara itu, warga di wilayah rawan diingatkan untuk waspada terhadap potensi banjir dan longsor serta menghindari berteduh di bawah pohon besar saat hujan disertai angin kencang.


BMKG juga mengajak masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca terkini melalui kanal resmi, seperti aplikasi InfoBMKG, media sosial, serta siaran radio dan televisi.


Berdasarkan pemantauan BMKG, keberadaan satu siklon tropis dan dua bibit siklon tersebut berpotensi memengaruhi kondisi cuaca di berbagai wilayah Indonesia. Beberapa daerah diperkirakan mengalami hujan sedang hingga lebat, antara lain Kalimantan Utara bagian utara, Nusa Tenggara Timur, dan Maluku bagian selatan.


Selain itu, potensi angin kencang diprakirakan terjadi di wilayah Nusa Tenggara Timur dan Maluku bagian selatan. Sementara untuk kondisi gelombang laut, ketinggian hingga 2,5 meter berpeluang terjadi di perairan Sangihe–Talaud, Samudra Pasifik utara Maluku, Selat Bali, Lombok, Sumba, Samudra Hindia selatan Jawa hingga NTB, Laut Sawu, Laut Banda bagian selatan, perairan Kepulauan Kei dan Aru, serta Laut Arafuru bagian tengah dan timur.


Adapun gelombang tinggi hingga 4 meter diperkirakan terjadi di perairan Kepulauan Babar dan Tanimbar, perairan Kupang, Samudra Hindia selatan NTT, serta Laut Arafuru bagian barat.

(Sumber: ebcmedia.id)

Komentar

Tampilkan