JELAJAH

Bahas Penghematan Negara, Prabowo Contohkan Pakistan Potong Gaji Menteri dan Anggota DPR

SuaraRepublik
3/14/2026, 16.57 WIB Last Updated 2026-03-14T09:57:58Z

Suararepublik.id

JakartaPresiden Prabowo Subianto mengingatkan seluruh jajaran pemerintah untuk mulai melakukan penghematan, terutama dalam konsumsi bahan bakar minyak (BBM), menyusul meningkatnya ketidakpastian global akibat konflik di kawasan Timur Tengah.


Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat sidang kabinet paripurna di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/3/2026). Ia menilai memanasnya situasi geopolitik dunia, khususnya di Timur Tengah dan Eropa, berpotensi memengaruhi stabilitas ekonomi, termasuk kenaikan harga energi dan pangan.


“Kita hadapi perkembangan yang terjadi secara global di kawasan Eropa dan Timur Tengah dan ini tentunya memberikan dampak kepada kita karena akan memengaruhi harga BBM. Harga BBM juga bisa memengaruhi harga makanan,” kata Prabowo.


Menurut Prabowo, pemerintah sebenarnya telah memiliki sejumlah rencana untuk mengantisipasi dampak konflik tersebut, termasuk dalam pengelolaan energi dan ketahanan pangan. Meski demikian, ia menegaskan pentingnya langkah proaktif berupa penghematan konsumsi BBM.


“Kita alhamdulillah sudah mengamankan masalah pangan, yang mendasar. Masalah BBM kita sebenarnya sudah punya rencana-rencana, ini akan kita akselerasi. Tapi tentunya kita juga sekarang harus melakukan langkah-langkah yang proaktif. Dalam arti kita harus melakukan penghematan konsumsi BBM,” ujarnya.


Ketua Umum Partai Gerindra itu juga mengingatkan agar Indonesia tidak terlena dengan kondisi yang relatif aman tanpa upaya antisipasi yang memadai.


“Kita tidak bisa menganggap bahwa apapun terjadi kita aman, ya kita bersyukur kita aman, tapi kita tidak ada upaya untuk mengurangi konsumsi BBM kita. Banyak negara-negara sudah melakukan langkah-langkah,” kata dia.


Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menyinggung langkah-langkah yang telah dilakukan Pakistan dalam menghadapi situasi krisis akibat gejolak global. Ia menilai kebijakan yang diambil negara tersebut dapat menjadi perbandingan bagi Indonesia.


“Mungkin Seskab ada slide untuk memberi tahu, berapa langkah. Ini ada langkah Pakistan. Ini hanya sebagai perbandingan,” ujar Prabowo sambil menampilkan paparan mengenai kebijakan pemerintah Pakistan.


Ia menjelaskan bahwa Pakistan telah menerapkan berbagai langkah penghematan, seperti kebijakan bekerja dari rumah bagi pegawai pemerintah dan swasta serta pengurangan hari kerja menjadi empat hari dalam seminggu.


“Jadi mereka menganggap ini sudah kritis jadi dikatakan critical measures. Seolah-olah bahwa ini bagi mereka adalah ini dulu seperti kita dulu COVID. Mereka melaksanakan work from home untuk semua kantor, pemerintah maupun swasta, 50 persen bekerja dari rumah. Kemudian hari kerja mereka potong jadi hanya empat hari,” katanya.


Selain itu, pemerintah Pakistan juga memangkas gaji menteri dan anggota parlemen, yang kemudian dialokasikan untuk membantu masyarakat rentan.


“Mereka bahkan mengurangi gaji untuk anggota kabinet, untuk anggota DPR dan semua penghematan gaji ini dikumpulkan untuk membantu kelompok yang paling rentan atau lemah,” ujar Prabowo.


Langkah lain yang dilakukan Pakistan antara lain pengurangan penggunaan kendaraan dinas, penghentian pembelian barang impor seperti kendaraan dan furnitur, serta pembatasan perjalanan dinas ke luar negeri.


“Mereka hentikan semua kunjungan ke luar negeri mereka kurangi tidak boleh menggunakan dana pemerintah untuk acara-acara pesta. Kemudian semua lembaga pendidikan tinggi, mereka pindah ke online. Kemudian semua sekolah berhenti untuk dua minggu, ya ini mungkin menghadapi Idul Fitri,” katanya.


Prabowo menegaskan, kebijakan Pakistan tersebut hanya menjadi contoh bagaimana sebuah negara bersikap saat menghadapi situasi krisis global. Ia meminta jajaran pemerintah mengkaji kemungkinan langkah-langkah serupa guna memperkuat ketahanan ekonomi nasional.


“Ini hanya contoh. Maksud saya, ini ada berapa hari, saya kira kita bisa mengkaji masalah ini, saya kira kita juga harus mengupayakan bahwa kita melakukan penghematan. Saya percaya 2-3 tahun kita akan sangat kuat tapi tetap kita harus hemat konsumsi. Dengan demikian kita berharap kita akan selalu menjaga bahwa kita defisit kira tidak tambah,” katanya.


(Red)
Komentar

Tampilkan