Suararepublik.id
Jakarta – Presiden Donald Trump memperingatkan kemungkinan jatuhnya korban dari pihak militer Amerika Serikat dalam operasi serangan terhadap Teheran, Iran. Peringatan itu disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan antara Washington dan Teheran terkait program nuklir dan rudal balistik Iran.
Dalam pernyataan video yang diunggah di media sosial, Trump menegaskan bahwa pemerintahannya telah berupaya menekan risiko terhadap personel militer AS di kawasan tersebut. Namun, ia mengakui ancaman tetap ada.
“Pemerintahan saya telah mengambil setiap langkah yang memungkinkan untuk meminimalkan risiko terhadap personel AS di wilayah tersebut. Meskipun demikian, dan saya tidak membuat pernyataan ini dengan mudah, rezim Iran berupaya untuk membunuh,” ujar Trump.
Ia menambahkan bahwa operasi tersebut disebut bertujuan menghancurkan kemampuan rudal Iran dan melumpuhkan kekuatan angkatan lautnya. Trump juga mengakui potensi korban jiwa dalam misi tersebut.
“Nyawa para pahlawan Amerika yang berani mungkin akan hilang dan kita mungkin akan mengalami korban jiwa yang sering terjadi dalam perang, tetapi kita melakukan ini, bukan untuk saat ini. Kita melakukan ini untuk masa depan, dan ini adalah misi yang mulia,” sambungnya.
Pentagon menyebut operasi militer itu dengan nama sandi “Epic Furry” melalui akun resminya di platform X. Serangan ini menjadi yang kedua sejak Trump kembali menjabat di Gedung Putih tahun lalu. Sebelumnya, pada Juni, Washington melancarkan serangan terhadap sejumlah fasilitas nuklir Iran.
Berbeda dari operasi sebelumnya, serangan terbaru diperkirakan berlangsung selama beberapa hari. Seorang pejabat Amerika Serikat mengatakan kepada Reuters bahwa operasi kali ini dirancang lebih luas dan intensif.
Di sisi lain, pihak Teheran dilaporkan tengah menyiapkan serangan balasan yang disebut akan “sangat menghancurkan”. Seorang pejabat Iran mengatakan kepada Reuters bahwa respons militer sedang disiapkan. Militer Israel juga mengklaim Iran telah meluncurkan rudal ke arah wilayahnya sebagai bentuk balasan awal.
Dalam pesannya, Trump turut menyerukan kepada anggota Garda Revolusi Islam Iran agar menyerahkan senjata dan menjanjikan kekebalan bagi mereka.
“Letakkan senjata Anda, dan Anda akan diberikan kekebalan. Alternatifnya adalah kematian yang pasti,” tegasnya.
Ketegangan ini terjadi di tengah serangkaian perundingan antara Washington dan Teheran mengenai ambisi nuklir Iran. Pembicaraan terakhir yang digelar Kamis lalu berakhir tanpa kesepakatan.
“Iran menolak, seperti yang telah mereka lakukan selama beberapa dekade. Mereka menolak setiap kesempatan untuk melepaskan ambisi nuklir mereka, dan kita tidak bisa menoleransinya lagi,” kata Trump.
Selain itu, Trump juga mendorong rakyat Iran untuk mengambil alih pemerintahan mereka sendiri. Ia bahkan kembali menyinggung gelombang protes nasional yang sebelumnya terjadi di Iran.
“Setelah kami selesai, ambil alih pemerintahan Anda. Itu akan menjadi milik Anda. Ini mungkin satu-satunya kesempatan Anda untuk beberapa generasi ke depan,” ucap Trump.
Situasi terkini memicu kekhawatiran akan eskalasi konflik terbuka di kawasan Timur Tengah, dengan risiko meluasnya konfrontasi antara Amerika Serikat dan Iran.
“Nyawa para pahlawan Amerika yang berani mungkin akan hilang dan kita mungkin akan mengalami korban jiwa yang sering terjadi dalam perang, tetapi kita melakukan ini, bukan untuk saat ini. Kita melakukan ini untuk masa depan, dan ini adalah misi yang mulia,” sambungnya.
Pentagon menyebut operasi militer itu dengan nama sandi “Epic Furry” melalui akun resminya di platform X. Serangan ini menjadi yang kedua sejak Trump kembali menjabat di Gedung Putih tahun lalu. Sebelumnya, pada Juni, Washington melancarkan serangan terhadap sejumlah fasilitas nuklir Iran.
Berbeda dari operasi sebelumnya, serangan terbaru diperkirakan berlangsung selama beberapa hari. Seorang pejabat Amerika Serikat mengatakan kepada Reuters bahwa operasi kali ini dirancang lebih luas dan intensif.
Di sisi lain, pihak Teheran dilaporkan tengah menyiapkan serangan balasan yang disebut akan “sangat menghancurkan”. Seorang pejabat Iran mengatakan kepada Reuters bahwa respons militer sedang disiapkan. Militer Israel juga mengklaim Iran telah meluncurkan rudal ke arah wilayahnya sebagai bentuk balasan awal.
Dalam pesannya, Trump turut menyerukan kepada anggota Garda Revolusi Islam Iran agar menyerahkan senjata dan menjanjikan kekebalan bagi mereka.
“Letakkan senjata Anda, dan Anda akan diberikan kekebalan. Alternatifnya adalah kematian yang pasti,” tegasnya.
Ketegangan ini terjadi di tengah serangkaian perundingan antara Washington dan Teheran mengenai ambisi nuklir Iran. Pembicaraan terakhir yang digelar Kamis lalu berakhir tanpa kesepakatan.
“Iran menolak, seperti yang telah mereka lakukan selama beberapa dekade. Mereka menolak setiap kesempatan untuk melepaskan ambisi nuklir mereka, dan kita tidak bisa menoleransinya lagi,” kata Trump.
Selain itu, Trump juga mendorong rakyat Iran untuk mengambil alih pemerintahan mereka sendiri. Ia bahkan kembali menyinggung gelombang protes nasional yang sebelumnya terjadi di Iran.
“Setelah kami selesai, ambil alih pemerintahan Anda. Itu akan menjadi milik Anda. Ini mungkin satu-satunya kesempatan Anda untuk beberapa generasi ke depan,” ucap Trump.
Situasi terkini memicu kekhawatiran akan eskalasi konflik terbuka di kawasan Timur Tengah, dengan risiko meluasnya konfrontasi antara Amerika Serikat dan Iran.


