Suararepublik.id
Papua – Mewakili masyarakat Waa Banti Tsinga dan Araowanop , Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Tsingwarop Arnold Beanal menuntut pimpinan manajemen PT Freeport Indonesia untuk segera bertanggung jawab atas isolasi yang terdampak buruk permanen dialami oleh masyarakat pemilik hak ulayat di Kampung Waa Banti.
Dalam pernyataan resmi nya , Ketua LMA Tsingwarop menyatakan bahwa Freeport wajib membuka akses kesehatan, ekonomi, pendidikan, dan sektor lainnya bagi masyarakat Waa Banti yang telah lama terisolasi dan terdampak oleh operasi tambang.
"Kami menuntut Freeport untuk bertanggung jawab atas dampak yang disebabkan oleh operasi Tamabang Freeport. Masyarakat Waa Banti adalah pemilik hak ulayat dan telah lama menderita akibat kegiatan tambang," terang Ketua LMA Tsingwarop, Jumat (27/3/2026).
Selain itu, LMA Tsingwarop juga menuntut Freeport untuk menyediakan bus yang dikelola oleh masyarakat sendiri.
"Freeport harus menyediakan fasilitas transportasi yang memadai dan memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mengelola sendiri," Tegas Ketua LMA Tsingwarop.
(Red)


