Suararepublik.id
Jakarta – Federasi Serikat Pekerja BUMN Indonesia Raya (FSP BUMN IRA) menyatakan dukungan penuh terhadap aspirasi Serikat Pekerja PGN menjelang Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk yang digelar 22 Mei 2026.
FSP BUMN IRA menegaskan, minimal 50% jajaran Direksi PGN yang akan dipilih harus berasal dari internal perusahaan.
Ketua Umum FSP BUMN IRA, Sutisna, menyebut usulan ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto pada 28 April 2025 kepada pimpinan BUMN. Saat itu, Presiden meminta Danantara melakukan “bersih-bersih” tata kelola BUMN.
“Kami mendukung penuh pernyataan Ketua Umum Serikat Pekerja PGN, Ardi Viryawan. Ini momen bagi Danantara membuktikan komitmennya menjalankan arahan Presiden. Tata kelola yang bersih dan profesional dimulai dengan menempatkan orang yang tepat, yang memahami akar rumput dan tantangan bisnis,” ujar Sutisna di Jakarta, Rabu (21/5/2026).
Sutisna mengingatkan, PGN merupakan BUMN strategis bagi ketahanan energi nasional. Ia menyoroti pengalaman pahit ketika sejumlah BUMN dipimpin pihak eksternal yang tidak memahami kultur dan dinamika internal, sehingga terjadi mismanajemen dan penurunan kinerja.
“Kami tidak ingin sejarah buruk itu terulang di PGN. Kader internal yang terbukti kapabel dan loyal harus diberi ruang. Jangan sampai ada ‘kuda Troya’ yang merusak ekosistem BUMN dari dalam,” tegasnya.
Menurut FSP BUMN IRA, kaderisasi di PGN telah melahirkan banyak profesional unggul yang memahami industri gas bumi nasional. Dengan mengedepankan internal, PGN dapat menjaga keberlanjutan strategi bisnis sekaligus menjalankan amanat UU No. 16 Tahun 2025 tentang BUMN dan Peraturan Menteri BUMN tentang Manajemen Talenta.
“Kami percaya Danantara mampu menjalankan arahan Presiden. Ini ujian pertama sekaligus bukti komitmen melakukan transformasi BUMN yang modern, adaptif, dan berdaya saing global. Jangan sia-siakan momentum ini,” pungkas Sutisna.
FSP BUMN IRA berharap pemegang saham, termasuk BP BUMN, Danantara, dan Pertamina, dapat mengakomodasi aspirasi pekerja demi kemajuan PGN dan kepentingan bangsa.
(Red)


