JELAJAH

Diduga Korsleting Listrik, Bengkel Motor di Pamulang Ludes Terbakar; Kerugian Capai Rp1,5 Miliar

SuaraRepublik
4/01/2026, 14.29 WIB Last Updated 2026-04-01T07:30:48Z

 

Suararepublik.id 


TANGERANG SELATAN – Insiden kebakaran hebat menghanguskan Bengkel Motor Hendri yang berlokasi di Jl. Raya Parakan, Pondok Benda, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan pada Rabu (1/4/2026) siang. Kobaran api yang cepat membesar mengakibatkan kerugian materiil yang ditaksir mencapai miliaran rupiah.

​Peristiwa bermula sekitar pukul 11.30 WIB. Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, api pertama kali terlihat muncul dari area kamar bagian belakang bengkel.


​"Awalnya melihat asap dari kamar belakang, kemudian disusul api yang langsung membesar," ujar Risky (17), salah satu saksi mata yang berada di lokasi saat kejadian.


​Melihat kobaran api, karyawan bengkel bersama warga sekitar sempat berupaya melakukan pemadaman mandiri dengan alat seadanya sebelum armada pemadam kebakaran tiba di lokasi.

​Dinas Pemadam Kebakaran Kota Tangerang Selatan mengerahkan kekuatan penuh untuk menjinakkan si jago merah. Sebanyak 7 unit mobil pemadam dengan total 40 personel diterjunkan ke lokasi di bawah pimpinan Bapak Rojak.


​Proses pemadaman juga mendapat pengamanan ketat dari aparat penegak hukum, melibatkan 15 personel Polri dan 2 personel TNI untuk melokalisir area agar warga tidak mendekat. Setelah penanganan intensif, api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 13.15 WIB.

​Meski bangunan beserta isinya mengalami kerusakan parah, dipastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, kerugian materiil diperkirakan menyentuh angka Rp1,5 Miliar.


​Berdasarkan hasil pemantauan awal di lapangan, kebakaran diduga kuat dipicu oleh hubungan arus pendek atau korsleting listrik. Instalasi kelistrikan yang kurang memenuhi standar keamanan (safety) disinyalir menjadi penyebab utama munculnya percikan api yang kemudian merembet ke material mudah terbakar di dalam bengkel.


​Pihak berwenang mengimbau kepada para pemilik usaha dan warga untuk lebih memperhatikan kelaikan instalasi listrik di bangunan masing-masing guna mencegah insiden serupa terulang kembali.


(Nuy)

Komentar

Tampilkan