JELAJAH

Pintu Perlintasan Bekasi Timur Bakal Diupgrade Elektrik, 22 Petugas Dikirim Pelatihan

SuaraRepublik
5/05/2026, 13.36 WIB Last Updated 2026-05-05T06:36:16Z

 

Suararepublik.id

Bekasi – Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menghadiri doa bersama korban kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur, Selasa (5/5/2026). 


Acara menjadi momen refleksi sekaligus ungkapan duka atas peristiwa yang menelan korban jiwa dan luka-luka.


“Sebagai kepala daerah, saya menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya. Pemerintah memastikan seluruh korban mendapatkan haknya, baik santunan bagi ahli waris maupun penanganan maksimal bagi korban yang sedang dirawat,” ujar Tri.


Ia menyebut pemerintah pusat hingga provinsi ikut memberi perhatian. Presiden RI, Menko, dan Gubernur Jawa Barat turut menyalurkan dukungan dan bantuan sebagai bentuk solidaritas kemanusiaan.


Perketat Penjagaan & Tutup Perlintasan Ilegal


Untuk cegah kejadian berulang, Pemkot Bekasi langsung perketat penjagaan di perlintasan sebidang, terutama Bulak Kapal dan Ampera. Dishub dan Satpol PP diturunkan jaga 24 jam.


Tri menegaskan sistem pengamanan harus beralih ke elektrikal karena saat ini masih manual. Kompetensi petugas juga disorot. “Penjagaan pintu kereta itu tidak bisa sembarangan, harus ada ilmunya. Kami akan mengusulkan 22 orang untuk mengikuti pelatihan, dengan kuota awal 16 orang, agar penjagaan lebih profesional dan sesuai standar keselamatan,” jelasnya.


Selain itu, Pemkot akan menutup perlintasan ilegal, termasuk di Kranji. Penutupan dimulai segera. “Lebih baik masyarakat memutar sedikit daripada harus menghadapi risiko kecelakaan yang bisa merenggut nyawa,” tegasnya.


Flyover Bulak Kapal Jadi Solusi Jangka Panjang 


Wali Kota menyebut pembangunan flyover di Bulak Kapal jadi prioritas. Rencana dirumuskan bersama Menko Infrastruktur Agus Harimurti Yudhoyono. Pembebasan lahan senilai Rp116 miliar ditarget rampung akhir Mei 2026.


Tri berharap ikhtiar bersama Pemkot, Pemprov, dan PT KAI berjalan lancar demi keselamatan transportasi. “Ini adalah ikhtiar bersama. Semoga semua prosesnya dilancarkan dan ke depan tidak ada lagi kejadian serupa,” tutupnya.

Komentar

Tampilkan