Suararepublik.id
Jenewa, Swiss – Memasuki hari ke-7 International Labour Conference ILC Session 114, semangat perjuangan buruh Indonesia tetap bergelora di forum Organisasi Perburuhan Internasional ILO, Jenewa, Swiss.
Delegasi pekerja Indonesia terus mengawal agenda peningkatan kesejahteraan dan perlindungan pekerja, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Fokus Bahas Standar Kerja & Ekonomi Platform
Sepanjang hari ke-7, pembahasan strategis di komite-komite ILC terus bergulir. Tiga isu utama jadi sorotan: penguatan standar ketenagakerjaan internasional, perlindungan pekerja di era ekonomi digital dan platform, serta peningkatan dialog sosial sebagai instrumen menciptakan hubungan industrial yang harmonis.
Delegasi pekerja Indonesia menegaskan: dialog tripartit antara pemerintah, pengusaha, dan serikat pekerja adalah fondasi utama merumuskan kebijakan ketenagakerjaan yang adil, berkelanjutan, dan memberi manfaat semua pihak.
Lewat dialog konstruktif, tantangan dunia kerja diyakini bisa dihadapi bersama tanpa mengorbankan prinsip keadilan sosial dan decent work atau pekerjaan layak.
Suara dari Banten di Forum Dunia
H. Dewa Sukma Kelana , Sekretaris DPD KSPSI Provinsi Banten sekaligus Ketua DPD FSP LEM SPSI Provinsi Banten dan dosen Universitas Pamulang Kampus Serang, menilai ILC 114 jadi momentum penting gerakan buruh dunia.
“Perjuangan buruh di tingkat internasional harus tetap mengedepankan semangat dialog sosial dan kerja sama tripartit. Dengan demikian, kebijakan yang dihasilkan tidak hanya melindungi pekerja, tetapi juga mendukung keberlanjutan dunia usaha dan pertumbuhan ekonomi yang inklusif,” ujarnya.
Harapan ke Rekomendasi ILO
Melalui keikutsertaan di ILC Session 114, delegasi pekerja Indonesia berharap rekomendasi dan standar yang dihasilkan berdampak langsung: meningkatkan kesejahteraan pekerja, memperkuat hubungan industrial, serta menciptakan pekerjaan layak bagi seluruh pekerja di Indonesia dan dunia.
ILC 114 masih berlanjut. Delegasi pekerja Indonesia berkomitmen terus mengawal setiap pasal dan rekomendasi agar suara buruh Indonesia didengar di panggung global.
(Red)


