Suararepublik.id
DUMAI — Viral di sosmed Situasi di sekitar Pelabuhan Dumai kembali bergejolak. Ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Advokasi Koperasi Jasa (AAKJ) menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Simpang TPI Kota Dumai pada Selasa (2/6/2026).
Aksi ini dipicu oleh kekhawatiran para pekerja terkait kebijakan Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas 1 Dumai yang dinilai berpotensi mengubah tatanan dan sistem kerja Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) yang telah lama berjalan.
Meskipun aksi massa tetap bergulir, berdasarkan data yang dihimpun, para pihak terkait sebenarnya telah menandatangani Berita Acara Kesepakatan pada 25 Mei 2026 lalu.
Dalam dokumen tersebut, disepakati bahwa kegiatan bongkar muat di PT Agro Murni tetap akan dilaksanakan dengan sistem bergantian hingga 17 Juni 2026.
Kesepakatan bersama ini melibatkan berbagai unsur penting, di antaranya:DPRD Kota Dumai dan Dinas terkait,KSOP Kelas 1 Dumai dan Polres Dumai,Koperasi TKBM Pelabuhan Dumai & AAKJ TKBM Riau Pihak manajemen PT Agro Murni.
Sesuai dengan poin kesepakatan, pada tanggal 17 Juni mendatang dijadwalkan akan digelar rapat lanjutan yang mempertemukan 13 koperasi serikat pekerja, pihak perusahaan, serta instansi terkait demi merumuskan solusi jangka panjang yang berkeadilan.
Di tengah memanasnya situasi, publik dikejutkan dengan beredarnya potongan video pernyataan Walikota Dumai, Faisal. Dalam video tersebut, Faisal melontarkan kalimat keras yang ditujukan langsung kepada pihak otoritas pelabuhan.
"Jika ada surat mulai hari ini keluar lagi, mohon maaf. Kita akan bakar KSOP ini," ujar Faisal dalam potongan video yang viral tersebut.
Pernyataan emosional kepala daerah ini langsung menuai beragam tanggapan dari masyarakat. Sebagian pihak menilai ucapan tersebut merupakan bentuk pembelaan total terhadap nasib buruh lokal, namun sebagian lainnya menyayangkan narasi provokatif tersebut karena dinilai dapat mencederai proses hukum dan dialog yang sedang berjalan.
Hingga berita ini diturunkan, situasi di lapangan dilaporkan masih relatif terkendali. Masyarakat dan para pekerja kini menaruh harapan besar pada agenda dialog tanggal 17 Juni mendatang demi terciptanya kondusifitas roda ekonomi di Pelabuhan Dumai.


