Suararepublik.id
Kota Bekasi – Pemerintah Kota Bekasi memastikan seluruh layanan publik tetap berjalan normal meski sejumlah wilayah mengalami gangguan dan pemadaman listrik dalam beberapa waktu terakhir. Langkah antisipasi telah disiapkan untuk menjaga pelayanan kepada masyarakat agar tidak terganggu.
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengatakan, pihaknya menerima banyak laporan dari warga terkait pemadaman listrik yang terjadi di beberapa kawasan. Keluhan tersebut sebagian besar disampaikan masyarakat melalui pesan langsung atau direct message (DM) di media sosial pribadinya.
Menanggapi laporan tersebut, Pemkot Bekasi segera mengambil langkah mitigasi dengan meminta seluruh perangkat daerah dan unit pelayanan publik menyiapkan generator set (genset) guna mengantisipasi gangguan pasokan listrik, terutama pada jam-jam pelayanan masyarakat.
“Warga tidak perlu khawatir, kami telah menginstruksikan seluruh perangkat daerah dan unit pelayanan publik untuk menyiapkan langkah antisipasi, termasuk penggunaan genset agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan,” kata Tri Adhianto.
Menurutnya, kesiapan fasilitas pendukung tersebut penting untuk memastikan sistem pelayanan tidak mengalami gangguan atau penghentian operasional akibat pemadaman listrik yang terjadi sewaktu-waktu.
Selain menjamin keberlangsungan pelayanan publik, Pemkot Bekasi juga mengajak masyarakat untuk turut berperan dalam menghemat penggunaan energi listrik. Upaya efisiensi energi tersebut, kata Tri, juga telah diterapkan di lingkungan pemerintah daerah.
Salah satu kebijakan yang dijalankan adalah penerapan sistem Work From Home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) setiap hari Jumat. Melalui kebijakan tersebut, sebagian besar rapat dan koordinasi dilaksanakan secara daring sehingga dapat mengurangi penggunaan energi dan mobilitas pegawai.
“Kami juga telah menerapkan kebijakan WFH setiap hari Jumat. Pertemuan dilakukan secara daring sehingga pegawai tidak perlu banyak melakukan perjalanan dinas maupun mobilitas yang tidak diperlukan. Selain mendukung efisiensi energi, langkah ini juga cukup efektif dalam menekan biaya operasional,” ujarnya.
Tri berharap langkah antisipatif yang dilakukan pemerintah daerah dapat menjaga kualitas pelayanan kepada masyarakat sekaligus mendukung upaya penghematan energi di tengah kondisi pasokan listrik yang belum sepenuhnya stabil.
(Red)


