Suararepublik.id
TANGERANG, — Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) memberikan Kuliah Umum dalam rangkaian Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) BEM PTMA Zona III di Auditorium Lantai 19 Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT), Sabtu. 18 Juli 2026 .
Kuliah umum bertemakan " Reaktualisasi Gerakan Mahasiswa Berkemajuan, Konsolidasi BEM PTMA Zona III dalam Bingkai Kebangsaan”ini dihadiri Rektor UMT, anggota DPRD Kota Tangerang, Ketua DPD KSPSI Provinsi Banten, para Ketua Federasi Serikat Pekerja, pimpinan BEM PTMA Zona III, serta ratusan mahasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ’Aisyiyah.
Mahasiswa Diminta Jadi Agen Perubahan
Dalam kuliah umumnya, Menteri menegaskan persoalan lingkungan hidup adalah tantangan strategis bangsa yang membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda.
“Mahasiswa memiliki peran penting sebagai agen perubahan yang mampu membangun kesadaran publik sekaligus menghadirkan solusi nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan,” ujarnya.
Menteri menyampaikan berbagai persoalan seperti perubahan iklim, pencemaran sampah plastik, kerusakan hutan, dan degradasi ekosistem tidak bisa diselesaikan hanya melalui kebijakan pemerintah. Diperlukan gerakan kolektif yang melibatkan pemerintah, dunia pendidikan, dunia usaha, organisasi masyarakat, serikat pekerja, dan masyarakat luas.
Kampus Jadi Pusat Inovasi Ramah Lingkungan
Menteri mengajak mahasiswa memulai perubahan dari lingkungan kampus melalui gerakan pengurangan sampah, penghijauan, konservasi sumber daya alam, serta penguatan budaya hidup ramah lingkungan.
“Kampus harus menjadi pusat lahirnya inovasi dan kepemimpinan yang mampu menjawab tantangan lingkungan hidup di masa depan,” tegasnya.
Ia juga menekankan dunia usaha dan sektor industri harus menjadi bagian dari solusi melalui pelaksanaan tanggung jawab lingkungan secara konsisten. Contohnya reklamasi, rehabilitasi lahan, penghijauan kawasan industri, dan penerapan prinsip pembangunan berkelanjutan.
Tutup dengan Pesan “Only One Earth
Menutup kuliah umum, Menteri mengingatkan bahwa akar persoalan lingkungan adalah keserakahan dalam mengeksploitasi sumber daya alam tanpa memperhatikan keberlanjutan.
“Bumi hanya satu (Only One Earth). Menjaga lingkungan bukan hanya tugas pemerintah, tetapi menjadi tanggung jawab seluruh elemen bangsa. Mahasiswa, akademisi, dunia usaha, dan serikat pekerja harus bersinergi membangun gerakan bersama untuk memulihkan bumi dan mewariskan lingkungan yang lebih baik kepada generasi mendatang,” tutupnya.
Kuliah umum ini menjadi momentum memperkuat kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, organisasi kemahasiswaan, dan unsur pekerja dalam membangun kesadaran ekologis menuju Indonesia yang hijau, tangguh, dan berkelanjutan


