JELAJAH

Tri Adhianto Pelajari Transformasi Industri Mizuda di China, Bidik Bantargebang Jadi Pusat Ekonomi Hijau

SuaraRepublik
7/01/2026, 11.18 WIB Last Updated 2026-07-01T04:18:21Z

Suararepublik.id

Huzhou, Zhejiang – Pemerintah Kota Bekasi melanjutkan rangkaian kunjungan kerja ke Provinsi Zhejiang, Tiongkok, dengan mengunjungi Mizuda Group, perusahaan tekstil terbesar yang dinilai sukses melakukan transformasi bisnis melalui inovasi hingga merambah sektor lingkungan hidup.


Kunjungan yang dipimpin Wali Kota Bekasi Tri Adhianto bersama jajaran DPRD Kota Bekasi tersebut bertujuan mempelajari strategi pengembangan industri yang mampu bertransformasi dari sektor tekstil menjadi kelompok usaha yang bergerak di bidang pengelolaan lingkungan.


Dari perjalanan bisnis Mizuda Group kemudian lahir Wangneng Environment, perusahaan pengolah sampah menjadi energi (waste to energy) yang kini menjadi salah satu yang terbesar di Tiongkok. Wangneng sendiri direncanakan akan membangun fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Bantargebang, Kota Bekasi.


Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengatakan, keberhasilan Mizuda menjadi contoh bagaimana inovasi mampu menciptakan peluang usaha baru tanpa meninggalkan keterkaitan dengan bisnis utama perusahaan.


"Yang kami pelajari bukan hanya proses produksinya. Yang menarik adalah bagaimana Mizuda mampu terus berinovasi hingga melahirkan Wangneng sebagai perusahaan di bidang lingkungan hidup. Ini membuktikan bahwa inovasi dapat menciptakan nilai ekonomi baru sekaligus menjawab persoalan lingkungan," ujar Tri dalam keterangannya, Selasa (30/6/2026).


Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi referensi penting bagi Pemerintah Kota Bekasi dalam menyiapkan transformasi kawasan Bantargebang. Keberadaan PSEL diharapkan tidak hanya menjadi solusi pengelolaan sampah, tetapi juga memicu tumbuhnya berbagai industri berbasis ekonomi sirkular yang mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat.


Selain membahas transformasi industri, rombongan Pemerintah Kota Bekasi juga menjajaki peluang kerja sama antara Mizuda Group dan Dekranasda Kota Bekasi untuk mendukung pengembangan industri kreatif, khususnya sektor fesyen. Kerja sama tersebut mencakup peningkatan kapasitas desainer muda, pengembangan kualitas produk UMKM, pertukaran pengetahuan, hingga membuka akses pasar internasional.


"Kota Bekasi memiliki banyak talenta kreatif yang perlu didukung agar mampu bersaing di pasar global. Kami ingin kolaborasi ini menjadi ruang belajar bagi desainer dan pelaku UMKM, sekaligus membuka peluang lahirnya produk-produk fesyen asal Bekasi yang memiliki daya saing internasional," kata Tri.


Dalam kesempatan itu, Tri juga mengundang Mizuda Group untuk mempertimbangkan investasi di Kota Bekasi, termasuk menjadikan Bantargebang sebagai lokasi pengembangan industri berbasis lingkungan.


"Bahkan kami berharap ke depan mereka dapat mempertimbangkan Bantargebang sebagai lokasi pengembangan industri. Visi kami adalah mengubah kawasan ini menjadi pusat inovasi lingkungan dan kawasan ekonomi hijau," tuturnya.


Ia menambahkan, pengembangan kawasan tersebut tidak hanya berfokus pada fasilitas pengolahan sampah, tetapi juga mendorong lahirnya industri yang mampu menciptakan lapangan kerja, menghadirkan transfer teknologi, serta menggerakkan perekonomian daerah.


"Jadi, yang hadir di sana bukan hanya fasilitas pengolahan sampah, tetapi juga industri yang menciptakan lapangan kerja, menghadirkan transfer teknologi, dan menggerakkan perekonomian masyarakat," tambahnya.


Tri menegaskan, transformasi Bantargebang harus dilakukan secara menyeluruh dengan menjadikan PSEL sebagai fondasi utama. Selanjutnya, pengembangan kawasan akan diperkuat melalui industri turunan seperti pemanfaatan fly ash dan bottom ash (FABA), investasi baru, pusat inovasi, hingga pertumbuhan sektor kreatif dan manufaktur yang mendukung ekonomi sirkular.


"Saya ingin lima sampai sepuluh tahun ke depan, ketika orang mendengar nama Bantargebang, yang terbayang bukan lagi gunungan sampah. Yang terbayang adalah kawasan yang berhasil bertransformasi menjadi pusat inovasi lingkungan, pusat pertumbuhan ekonomi hijau, dan tempat lahirnya peluang-peluang baru bagi masyarakat Kota Bekasi," pungkasnya.


(Red)

Komentar

Tampilkan