JELAJAH

Hari Pers Nasional 2026: Refleksi Peran Jurnalisme di Era Transformasi Digital

SuaraRepublik
2/09/2026, 16.48 WIB Last Updated 2026-02-09T09:48:21Z



Suararepublik.id

Kota Serang – Peringatan puncak Hari Pers Nasional (HPN) 2026 berlangsung di Kota Serang, Banten, pada Senin (9/2/2026). Kegiatan ini dihadiri jajaran pejabat negara serta tokoh pers nasional dan menjadi ajang evaluasi peran media di tengah laju transformasi digital yang kian cepat memengaruhi cara masyarakat mengakses informasi.


Sejumlah tokoh nasional tampak hadir dalam acara tersebut, di antaranya Gubernur Banten Andra Soni, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto, Ketua MPR Ahmad Muzani, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, serta Ketua Dewan Pers Komaruddin Hidayat. HPN 2026 mengusung tema Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat.


Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar yang hadir mewakili Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa jurnalisme harus terus menjaga relevansinya di tengah dominasi platform digital dan algoritma. Teknologi, menurutnya, seharusnya menjadi sarana pendukung kerja jurnalistik, bukan pengganti peran pers.


Ia juga menyinggung posisi Indonesia sebagai salah satu pasar digital terbesar di Asia Tenggara, dengan tingkat penetrasi internet dan intensitas penggunaan media sosial yang tinggi. Kondisi ini membuat arus informasi memiliki dampak signifikan terhadap stabilitas sosial, ekonomi, dan persatuan nasional.


Dalam momentum HPN tersebut, pemerintah kembali menegaskan komitmennya untuk menjaga keberlangsungan ekosistem pers nasional. Fokus perhatian diberikan pada tantangan disrupsi digital, termasuk keberlanjutan model bisnis media dan kesejahteraan insan pers, agar pers tetap mampu menjalankan fungsi informatif, edukatif, serta kontrol sosial secara berkelanjutan.

Komentar

Tampilkan