Jakarta – DPP KSPSI menyelenggarakan Forum Urung Rembuk dan buka puasa bersama dengan Serikat Pekerja dan Serikat Buruh Nasional, bertemakan " Dampak bagi Kaum Buruh Akibat Perjanjian Tarif Imbal Balik dengan AS dan Perang Israel-AS dengan Iran,"
Kegiatan yang di laksanakan di bilangan Jakarta Selatan di hadiri oleh Dr. Fadhil Hasan (Ekonom, Peneliti Senior INDEF), Dr. Teguh Santosa (Pengamat Hubungan Internasional, Peneliti Senior GREAT Institute) sebagai pembicara , sedangkan Anton Permana (Pengamat Militer dan Geostrategi, TDM) dan Dr. Rekson Silaban (Penggiat dan Pengamat Ahli bidang Perburuhan) sebagai penanggap, juga Rocky Gerung , para ketua serta ketua umum Federasi Serikat Pekerja/Serikat Buruh SPSI.
Ada yang berbeda di kegiatan kali ini Rocky Gerung yang dikenal sangat vokal menyoroti pemerintahan kini dia menyampaikan Tausiyah Ramadhan dengan judul "Puasa dan Kesabaran Kelas".
Dalam kajian nya Rocky Gerung menyampaikan," kaum buruh Indonesia yang sedang mengikat pinggang dengan kencang karena pemerintah belum bisa berpihak kepadanya ditambah Selat Hormuz di tutup makin menjerit Emak-emak dengan belum stabilnya perekonomian bangsa ini," ujar Rocky, Selasa (10/3/2026).
"Buruh yang merupakan Soko guru dari awal merupakan benteng ekonomi keluarga yang saat ini penuh dengan keresahan dan penuh kesabaran semoga Negara tidak akan menyengsarakan dengan segala kebijakannya," lanjutnya dalam Tausiyah.
Dia juga menyampaikan kedepannya akan masuk dalam barisan Serikat Pekerja di bawah pimpinan Jumhur Hidayat bukan lagi dalam gerbong tapi siap menjadi Lokomotif nya .
Sementara itu Moh Jumhur Hidayat , Ketua Umum KSPSI mengatakan "kita mencermati perang ini cepat selesai, tentang tarif yang Nol persen seperti produk yang tidak di produksi Amerika seperti CPO, tekstil dan sebagai itu bisa menguntungkan kaum buruh kita, dan perang pun cepat selesai tapi yang menang harus Iran, kenapa kalau Iran yang menang untuk perdamaian di Gaza akan lebih mudah lagi," Tegas nya.
Ia juga menyoroti secara teknis bila Iran menang pihak Israel tidak akan mengganggu lagi, program BOP otomatis berjalan dengan baik , serta perjanjian dagang dengan Amerika sementara ini belum terlihat menguntungkan terutama tentang pasal-pasal tentang tidak boleh adanya Orsorsing .
"kita sudah berjuang mati -matian, sementara Pemerintah Indonesia juga akan lebih selektif dengan alih daya seperti tenaga kontrak kerja di paksa, dan yang terpenting nasib anak -anak harus menjadi perhatian penting, kalau perang cepat selesai," ucapnya.
"Tapi kalau sebaliknya perang terus berlangsung otomatis produksi juga akan berhenti dan saya juga mendapat laporan ekpor otomotif ke Timur Tengah 50 % sudah berhenti , itukan dampak yang luar biasa dan kita sebagai anak bangsa harus bisa mengatasinya, dan Alhamdulillah nya Indonesia itu Negara yang ketergantungan Global perdagangan nya masih kecil , artinya kalau dibandingkan dengan Negara lain, seperti Malaysia aja Indonesia masih kalah, oleh sebab itu ketergantungan internasional kita ini masih rendah jadi semoga tidak menimbulkan dampak yang signifikan," tutupnya.


