Suararepublik.id
Jakarta – Suasana religius menyelimuti Masjid Miftahussalam Jalan Warakas VI RT 07 RW 12 Kelurahan Warakas Jakarta Utara, Ahad (15/3/2026). Dewan Kemakmuran Masjid Miftahussalam bersama Pengurus Rukun Warga (RW 12) Kelurahan Warakas menggelar Peringatan Nuzulul Qur’an yang dirangkai dengan santunan anak yatim dan buka puasa bersama, yang dihadiri oleh para Tokoh Agama , Masyarakat Ketua RT dan LMK 012.
Kegiatan yang dimulai ba’da salat Asar ini dihadiri langsung oleh jajaran pengurus RW 012, DKM Masjid, para Ketua RT 01 hingga RT 11, Majelis taklim, serta masyarakat setempat.
Pengurus DKM Miftahusalam Ust Imam Widodo dalam sambutannya, menyampaikan bahwa peringatan Nuzulul Qur’an tahun ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi juga momentum memperkuat kepedulian sosial di tengah masyarakat.
“Pada kesempatan ini kami juga menyalurkan santunan kepada 62 anak yatim dari jemaah Masjid Miftahussalam serta menyalurkan paket sembako dari Pertamina Gas Negara,” ujar Imam Widodo.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh donatur serta masyarakat yang telah berkontribusi dalam kegiatan tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada bapak dan ibu yang telah memberikan santunan kepada anak-anak yatim di wilayah RW 01w Kelurahan Warakas. Semoga kebersamaan ini membawa rahmat dan keberkahan dari Allah SWT,” katanya.
Imam Widodo berharap, setiap kegiatan keagamaan di lingkungan RW 12 dapat terus menjadi wadah memperkuat persatuan dan kebersamaan warga.
Rangkaian kegiatan berlangsung khidmat dimulai dari santunan anak yatim, tausiah Nuzulul Qur’an, hingga buka puasa bersama yang diikuti puluhan jemaah.
Dalam tausiahnya, KH. Imaduddin Wakil Rais Syuriah PCNU Kota Jakarta Utara menyoroti pentingnya peran keluarga dalam membentuk karakter generasi muda. Ia secara tegas mengajak para orang tua untuk menjadikan masjid sebagai pusat pembinaan anak-anak.
Ajak anak-anak kita ke masjid sebelum Magrib, biasakan mereka mengikuti salat berjamaah hingga Isya. Ini bagian dari strategi untuk mengurangi bahkan menghilangkan peluang mereka melakukan kenakalan, karena tidak mungkin anak-anak berbuat nakal di masjid,” tegasnya.
Menurutnya, pembiasaan sejak usia dini merupakan kunci utama dalam membentuk karakter anak.
Ketua RW 012 Kelurahan Warakas, Bapak Solichin, menyampaikan pentingnya sinergi dan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat.
Hal itu disampaikan saat melakukan saat kegiatan santunan dan buka puasa bersama di Masjif Miftahussalam.
Lebih lanjut, Ketua RW 012, Solichin , menuturkan bahwa pemerintah masyarakat adalah bagian yang tak terpisahkan. Pemerintah tidak dapat bergerak sendiri tanpa bantuan seluruh komponen, termasuk tokoh agama dan masyarakat.
"Bapak ibu adalah jembatan kami untuk menyampaikan pesan-pesan baik kepada warga. Tokoh agama berperan penting sebagai perekat di tengah potensi perpecahan atau ketimpangan sosial," tuturnya.
Ia menambahkan, pesan yang disampaikan lainnya adalah pentingnya menjalin silaturahmi dalam rangka menyambung tali ukhuwah.
"Hamblum minnanas perlu terus kita kuatkan demi menjaga hubungan baik, antar sesama, tetangga dan warga. Hal ini perlu diwujudkan dalam berbagai aspek kehidupan, baik dalam kegiatan keagamaan maupun keseharian," pungkasnya.
(Tto)


