JELAJAH

Haul Sultan Hasanuddin Membludak, Wamensos Serukan Persatuan dan Jangan Lupakan Sejarah

SuaraRepublik
3/31/2026, 15.09 WIB Last Updated 2026-03-31T08:10:05Z

Suararepublik.id

Serang – Wakil Menteri Sosial, Agus Jabo Priyono, menghadiri peringatan Haul Agung Sultan Maulana Hasanuddin ke-465 M/470 H yang digelar di Masjid Agung Banten Lama, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Banten. 


Ribuan warga memadati kawasan tersebut untuk mengikuti rangkaian kegiatan religius dan budaya, mulai dari istigasah, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, festival budaya, hingga tabligh akbar yang menghadirkan para ulama serta tokoh masyarakat.


Mengusung tema “Mengharap Berkah Menjemput Karomah, Menjunjung Tinggi Marwah,” Agus Jabo mengingatkan pentingnya menjaga ingatan sejarah sebagai fondasi dalam membangun masa depan bangsa.


“Bapak Presiden selalu menyampaikan, ‘jas merah’, jangan sekali-kali melupakan sejarah. Sultan Maulana Hasanuddin adalah sejarah yang harus kita jaga dan kita ambil hikmahnya,” ujar Agus Jabo dalam keterangannya, Selasa (31/3/2026).


Ia menegaskan bahwa nilai-nilai kepemimpinan Sultan Maulana Hasanuddin tetap relevan hingga saat ini. Menurutnya, terdapat tiga pilar utama yang menjadi dasar peradaban yang diwariskan, yakni kekuatan politik, spiritualitas keagamaan, dan kemandirian ekonomi.


“Tiga pilar itu saat ini tersimbol pada istana sebagai pusat pemerintahan, masjid sebagai pusat spiritualitas, dan pasar sebagai pusat perekonomian. Inilah konsep kehidupan berbangsa yang sudah diwariskan sejak dulu,” jelasnya.


Lebih lanjut, Agus Jabo menyebut karakter bangsa Indonesia tidak terlepas dari nilai-nilai spiritual dan keagamaan yang kuat. Hal ini, katanya, tercermin dalam konsep Negara Kertagama yang menempatkan keluhuran nilai sebagai akar kemakmuran bangsa.


“Dalam momentum haul ini, mari kita bangkitkan kembali kearifan-kearifan lokal dan keluhuran para leluhur kita agar bangsa ini memiliki jati diri yang kuat,” katanya.


Ia juga menekankan bahwa peringatan haul bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum untuk mempererat persatuan antara masyarakat, ulama, dan pemimpin.


“Malam ini adalah malam manunggal, menyatunya masyarakat dengan para pemimpinnya, dengan para ulama. Inilah basis dari persatuan kita yang harus terus dijaga,” ungkapnya.


Menutup sambutannya, Agus Jabo mengajak seluruh elemen bangsa untuk terus memperkuat semangat gotong royong demi mewujudkan Indonesia yang adil dan makmur.


“Dengan persatuan nasional dan semangat gotong royong, kita mampu mewujudkan Indonesia yang adil dan makmur,” tegasnya.


Dalam kesempatan tersebut, ia juga mendorong agar Haul Sultan Maulana Hasanuddin dapat terus dikembangkan sebagai agenda strategis daerah, bahkan berpotensi masuk dalam Kalender Event Nasional (KEN).


Acara ini turut dihadiri sejumlah pejabat dan tokoh, di antaranya Gubernur Banten Andra Soni, Duta Besar Iran Mohammad Boroujerdi, Menteri Desa dan PDT Yandri Susanto, Ketua DPRD Banten Fahmi Hakim, serta Wali Kota Serang Budi Rustandi bersama jajaran pejabat daerah dan ulama setempat.


(Ris)



Komentar

Tampilkan