JELAJAH

Krisis Energi Global Menguat, Irak Hentikan Produksi Minyak Rumaila

SuaraRepublik
3/03/2026, 23.35 WIB Last Updated 2026-03-03T16:36:04Z

 


Suararepublik.id

Jakarta – Pemerintah Irak resmi menghentikan produksi di ladang minyak Rumaila, ladang terbesar di negara itu dan salah satu yang terbesar di dunia, menyusul gangguan ekspor akibat penutupan Selat Hormuz oleh Iran.


Menurut laporan Reuters dan dikutip kembali oleh MarketScreener, produksi di Rumaila sebelumnya telah dikurangi sekitar 700.000 barel per hari sebelum akhirnya dihentikan total. Situasi ini terjadi karena tangki penyimpanan di Basra mencapai kapasitas maksimum setelah kapal tanker tidak dapat berlayar akibat meningkatnya risiko keamanan di kawasan Teluk.


Tak hanya itu, produksi di ladang West Qurna 2 juga dilaporkan turun sekitar 460.000 barel per hari, menambah tekanan terhadap pasokan minyak global.


Penutupan Selat Hormuz diumumkan oleh Iran melalui Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) sebagai respons atas eskalasi militer dengan Amerika Serikat dan Israel. Selat ini merupakan jalur vital yang mengalirkan sekitar 20% pasokan minyak dunia, termasuk ekspor dari Irak, Arab Saudi, dan negara-negara Teluk lainnya.


Dampaknya langsung terasa di pasar global. Harga minyak mentah Brent dilaporkan melonjak lebih dari 5% dalam perdagangan awal pekan ini, menurut pemantauan pasar internasional.


Pemerintah Irak menyatakan penghentian ini bersifat sementara dan tengah mencari alternatif ekspor melalui jalur darat, meskipun kapasitasnya terbatas. Para analis memperingatkan, jika situasi berlarut, potensi kerugian harian bagi Irak bisa mencapai ratusan juta dolar dan berisiko memicu tekanan harga energi di berbagai negara pengimpor, termasuk Indonesia.


Organisasi seperti OPEC dan Badan Energi Internasional (IEA) kini terus memantau perkembangan dan mendorong penyelesaian diplomatik agar stabilitas pasokan energi global dapat segera pulih.


Situasi masih berkembang dan dunia kini menunggu langkah selanjutnya di kawasan yang menjadi jantung pasokan energi global ini.

Komentar

Tampilkan