Suararepublik.id
Jakarta – Sebanyak 44 siswa-siswi terbaik yang tergabung dalam Calon Paskibraka (Capaska) Kota Administrasi Jakarta Utara Tahun 2026 resmi mengikuti latihan gabungan, pemusatan pendidikan dan pelatihan intensif sebagai persiapan menuju tugas kenegaraan pada peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia.
Kegiatan ini menjadi tahapan penting setelah para peserta dinyatakan lolos dari proses seleksi ketat yang diikuti ratusan pendaftar, mulai dari administrasi, tes kesehatan, baris-berbaris, hingga berbagai penilaian lainnya.
Kepala Suku Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Administrasi Jakarta Utara, Andi Achmad Kohar, menjelaskan bahwa dari total 44 peserta atau 22 pasang Capaska, nantinya akan dipilih enam pasang terbaik atau 12 orang untuk mewakili Jakarta Utara pada seleksi tingkat Provinsi DKI Jakarta.
“Dari hasil seleksi yang panjang, terpilih 44 orang terbaik. Selanjutnya, akan disaring kembali menjadi 12 peserta terbaik untuk mengikuti seleksi tingkat provinsi,” ujarnya di Ruang Fatahillah, Kantor Wali Kota Kota Administrasi Jakarta Utara, Jumat (24/4/2026).
Sementara itu, Sekretaris Kota Administrasi Jakarta Utara, Iyan Sopian Hadi menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasi atas keberhasilan para peserta yang mampu lolos dari ratusan pendaftar. “Hari ini patut kita syukuri. Dari ratusan pendaftar, kalian menjadi anak-anak terpilih. Ini membanggakan orang tua, sekolah, dan Jakarta Utara,” ungkapnya.
Iyan menyatakan bahwa menjadi calon Paskibraka bukan hanya soal kemampuan fisik dan kedisiplinan, tetapi juga pembentukan karakter, akhlak, serta sikap sebagai generasi teladan. “Kalian adalah anak-anak pilihan. Sepintar dan sehebat apa pun, akhlak harus tetap dijaga, baik dalam perkataan maupun perbuatan,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan peserta untuk menjalani seluruh proses pembinaan dengan sungguh-sungguh, disiplin, serta tidak mudah mengeluh. Selain itu, peserta diminta terus mendoakan orang tua dan menjadikan kesempatan ini sebagai langkah awal membanggakan keluarga.
Kegiatan training center dijadwalkan akan berlangsung pada 1 hingga 4 Juli 2026. Selama masa pemusatan latihan, para peserta akan mendapatkan berbagai materi strategis, di antaranya pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan, meliputi nilai-nilai Pancasila, kewaspadaan nasional, ketahanan nasional, dan kewarganegaraan.
Selain itu, peserta juga akan menjalani pelatihan Peraturan Baris Berbaris (PBB), formasi serta teknik pengibaran bendera. Sebagai bagian dari pembelajaran lapangan, peserta juga akan mengikuti field trip.
Melalui pembinaan ini, diharapkan lahir generasi muda Jakarta Utara yang disiplin, berkarakter, berjiwa nasionalis, dan siap mengemban tugas mulia sebagai pengibar sang merah putih.
(Tto)


