JELAJAH

Jelang May Day 2026, SBSI 92 Dumai Ancam Aksi Besar Jika Pelindo Tak Penuhi Tuntutan Kerja

SuaraRepublik
4/24/2026, 20.22 WIB Last Updated 2026-04-24T13:22:23Z

 

Suararepublik.id

Jakarta – Menyambut Hari Buruh Internasional (May Day) pada 1 Mei mendatang, Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) 92 di lingkungan Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Pelabuhan Dumai menyatakan sikap tegas. Mereka menuntut realisasi pekerjaan Pipanisasi dari PT Pelindo yang dinilai telah lama terabaikan.


​Ketua Serikat SBSI 92 Koperasi Pelabuhan Dumai, Berlin Gultom, bersama Humas Serikat, G. Simanjuntak, mengungkapkan bahwa ada hak-hak pekerja yang belum terealisasi sejak tahun 2011, terutama terkait sistem kerja di pelabuhan.


G. Simanjuntak menjelaskan bahwa fokus utama mereka tahun ini bukan lagi sekadar berbagi hasil (sharing), melainkan kepastian lapangan kerja bagi para buruh sesuai dengan regulasi yang berlaku.


​"Kami menuntut pekerjaan untuk kami kerjakan. Sampai saat ini kami tidak mendapat pekerjaan itu. Padahal jelas ada undang-undang yang mengatur bahwa pekerjaan yang menggunakan Pipanisasi itu dikerjakan oleh Koperasi TKBM seluruh Indonesia," ujar nya di sela-sela Kongres VII SBSI 92 yang di gelar di Hotel bilangan Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (24/4/2026).


​Ia menambahkan bahwa upaya komunikasi telah dilakukan berulang kali ke pihak PT Pelindo, namun hingga kini belum ada solusi nyata. Dia menilai pihak Pelindo seakan mencoba menghilangkan peran dan hak TKBM di pelabuhan.


Jika tuntutan ini tetap tidak didengar, serikat buruh telah berkoordinasi dengan Ketua Koperasi TKBM Pelabuhan Dumai, Agoes Budianto, untuk mengambil langkah yang lebih keras.


Sementara itu ​Berlin Gultom , Ketua PK SBSI 92 Dumai, menegaskan bahwa mereka akan memanfaatkan momentum May Day sebagai titik awal pergerakan.


​"Kami akan mengutarakan itu dan menuntut Pelindo agar secepatnya merealisasikannya ke Koperasi TKBM Pelabuhan Dumai. Apabila ini tidak terealisasi, rencananya tanggal 4 sampai 5 Mei kami akan mengadakan gerakan (aksi) sampai dijawab oleh Pelindo," tegas Berlin.


​Aksi tersebut direncanakan akan dipusatkan di depan kantor Koperasi TKBM Pelabuhan Dumai dengan estimasi massa mencapai 1.200 orang buruh.


Selain masalah pekerjaan Pipanisasi pihak serikat juga menyoroti rendahnya tarif bongkar muat di Pelabuhan Dumai yang berpengaruh langsung pada kesejahteraan buruh.


​"Harapan kami kepada KSOP supaya bisa menjembatani agar pekerjaan itu segera direalisasikan. Ini menyangkut hak buruh agar bisa lebih sejahtera. Termasuk juga kenaikan tarif kontainer yang selama ini masih sangat rendah sekali di Pelabuhan Dumai, juga tarif conveyor curah kering," tutup humas PK SBSI 92 Dumai.


​Hingga berita ini diturunkan, para buruh berharap pihak otoritas pelabuhan dan PT Pelindo dapat memberikan jawaban sebelum aksi massa benar-benar dilaksanakan pada awal Mei mendatang.


(Red)

Komentar

Tampilkan