JELAJAH

PWPM DKI Soroti Krisis Air Bersih, Musyda Pemuda Muhammadiyah Kep. Seribu Tetapkan Formatur

SuaraRepublik
4/27/2026, 08.06 WIB Last Updated 2026-04-27T01:07:19Z

 

Suararepublik.id

Jakarta – Musyawarah Daerah perdana Pemuda Muhammadiyah Kepulauan Seribu resmi digelar di Gedung Mitra Praja, Sunter, Jakarta Utara, Jumat (25/4/2026). Mengusung tema “Meneguhkan Ideologi dan Kepemimpinan Negarawan sebagai Suluh Peradaban Kepulauan Berkemajuan”, Musyda berjalan lancar dan penuh semangat.


Ketua Steering Committee Musyda PDPM Pulau Seribu, Dipo Khairul Islami, bersyukur Musyda perdana ini akhirnya terwujud. Menurutnya, kehadiran Pemuda Muhammadiyah di Kepulauan Seribu jadi momentum penting setelah organisasi ini berusia 94 tahun. 


“Kami berharap di bawah kepemimpinan baru nanti bisa memberi sumbangsih nyata bagi umat, bangsa, dan persyarikatan,” kata Dipo.


Ketua PDM Kepulauan Seribu, Ahmad Basahil, menegaskan Musyda bukan sekadar agenda formal, tapi sarana konsolidasi dan evaluasi. 


“Kami harap PDPM Kepulauan Seribu jadi pelopor gerakan berkemajuan dan melahirkan program yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.


Sementara itu, Ketua PWPM DKI Jakarta Zulfahmi Yasir Yunan mengajak kader untuk bergerak, bukan hanya berwacana. 


“Jadilah seperti dua tangan, bukan dua telinga. Kita tidak kurang orang pintar, tapi kurang tindakan. Jadilah tangan yang memberi dan bergerak,” tegasnya.


Zulfahmi juga menyoroti krisis air bersih dan penurunan tanah Jakarta 5–10 cm per tahun yang jadi ancaman serius bagi wilayah kepulauan. Ia meminta Pemuda Muhammadiyah jadi mitra strategis pemerintah menghadirkan solusi nyata soal lingkungan.


Musyda menetapkan tujuh formatur: Rokip Andini, Suroso, Apriansyah, Saiful Fahri, Panji Raka, M. Fahmi Aziz, dan Ari Pramana Saputra. Hasil musyawarah menetapkan Rokip Andini sebagai Ketua dan Suroso sebagai Sekretaris PDPM Kepulauan Seribu.


Ketua PDPM Jakarta Utara, Muhammad Rizki, mengapresiasi Musyda ini. Sebelumnya Kepulauan Seribu masih berstatus cabang dari Jakarta Utara. “Sekarang sudah terbentuk kepengurusan baru. Kami harap di bawah komando Rokip Andini, Pemuda Muhammadiyah Kepulauan Seribu semakin berkembang dan jadi suluh peradaban kepulauan yang berkemajuan,” tuturnya.


Musyda perdana ini diharapkan jadi tonggak awal penguatan peran Pemuda Muhammadiyah di Kepulauan Seribu, khususnya di bidang sosial, pendidikan, lingkungan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Komentar

Tampilkan