Suararepublik.id
Bandung – Seorang pria berinisial HB (54) seminggu menjelang hari raya idul fitri menjalani perawatan intensif di RSUP Dr. Hasan Sadikin (RSHS) Bandung setelah mengalami penurunan kondisi kesehatan dalam dua pekan terakhir. Pasien diketahui didiagnosis menderita sirosis hepatis atau kerusakan hati kronis yang telah disertai sejumlah komplikasi serius.
Berdasarkan informasi, HB datang ke RSUP Dr. Hasan Sadikin dalam kondisi sangat lemah dan membutuhkan penanganan medis segera. Namun, pihak keluarga menyoroti dugaan lambatnya penanganan di rumah sakit tersebut.
Ivon istri pasien HB menyebut kurangnya cepat dalam pelayanan dan sempat menunggu selama kurang lebih lima jam sebelum mendapatkan penanganan, meski kondisinya sudah dalam keadaan darurat. Mereka menilai hal tersebut sebagai bentuk kelalaian dalam pelayanan terhadap pasien.
“Pasien sudah dalam kondisi sangat lemah tetapi harus menunggu cukup lama untuk ditangani, apakah gara-gara kami menggunakan BPJS kesehatan yang gratis lalu suami saya di perlambat?" ujar Ivon kepada tim Suararepublik.id, Rabu (29/4/2026).
Diketahui bahwa sejak masuk dalam ruangan pihak dokter hanya memberikan alat infus saja, bahkan untuk rongen dan pemeriksaan laboratorium harus menunggu masuk liburan hari raya.
Sementara itu, Ivon mengatakan kepada media, "Daripada suami saya tambah parah di RS Hasan Sadikin, lebih baik saya pindah di RS Sentosa daerah Kopo Bandung".
"Saya berharap kepada bapak/ibu menteri kesehatan RI segera ambil tindakan tegas atas pelayanan dan kinerja di RS Hasan Sadikin Bandung Jawa Barat, sehingga pengguna pelayanan BPJS harus sama dengan pengguna pasien yang bayar, " tambah Ivon.
Hingga berita ini ditayangkan, pihak RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan tersebut maupun kronologi penanganan pasien di instalasi pelayanan.
Kasus ini menjadi sorotan dan menimbulkan pertanyaan mengenai standar pelayanan serta respons cepat dalam menangani pasien dengan kondisi darurat di fasilitas kesehatan rujukan utama tersebut.


