Suararepublik.id
Jakarta – Wali Kota Administrasi Jakarta Utara, Hendra Hidayat, mendampingi Asisten Kesejahteraan Rakyat (Askesra) Provinsi DKI Jakarta, Ali Maulana Hakim, dalam pembukaan Art Exhibition bertajuk “Pura Pura Rupa” di North Art Space (NAS), Pasar Seni Ancol, Jumat (24/4/2026).
Pameran seni ini menampilkan karya dua seniman, Bang Black (Abdul Haris) dan Nanek L, yang menghadirkan eksplorasi visual dengan karakter kuat dan penuh makna. Kegiatan berlangsung selama sepekan, mulai 24 hingga 30 April 2026, dengan kurator Joko Kisworo. Selain pameran, acara juga diisi dengan art talk dan pertunjukan musik, termasuk Jazz Night pada hari pembukaan.
Dalam sambutannya, Ali Maulana Hakim menyampaikan bahwa Pasar Seni Ancol memiliki peran penting sebagai ruang bersejarah bagi perkembangan seni dan kreativitas di Jakarta. “Pasar Seni Ancol bukan sekadar lokasi pameran, tetapi ruang bersejarah bagi perkembangan seni rupa dan kreativitas di Jakarta. Di tempat inilah karya lahir, dialog budaya tumbuh, dan semangat berkesenian menemukan rumahnya,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa pameran ini tidak hanya menjadi ajang menampilkan karya, tetapi juga sebagai ruang perjumpaan antara seniman dan masyarakat serta penggerak ekonomi budaya.
Sementara itu, Wali Kota Jakarta Utara, Hendra Hidayat, memberikan apresiasi terhadap terselenggaranya kegiatan tersebut sebagai bagian dari penguatan ekosistem seni dan budaya di Jakarta Utara. “Kegiatan ini menjadi ruang penting bagi para seniman untuk mengekspresikan karya sekaligus mempererat hubungan dengan masyarakat. Kami berharap Pasar Seni Ancol terus hidup sebagai pusat kreativitas yang mampu menginspirasi dan menggerakkan ekonomi budaya,” ujarnya.
Hendra juga menekankan pentingnya dukungan terhadap ruang-ruang seni sebagai bagian dari pembangunan kota yang tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga pada penguatan nilai budaya dan kreativitas masyarakat.
Melalui pameran “Pura Pura Rupa” ini, diharapkan semakin banyak masyarakat yang terlibat dalam kegiatan seni dan budaya, sehingga tercipta lingkungan kota yang lebih hidup, kreatif, dan berdaya saing, khususnya di wilayah Jakarta Utara.
(Tto)


